Mengapa Ketika Hujan Turun Bikin Lapar

  • 28 Sep 2025 23:34 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jayawijaya: Fenomena merasa lapar saat hujan turun adalah hal yang sangat umum dan dapat dijelaskan oleh beberapa faktor biologis dan psikologis yang menarik. Intinya, rasa lapar itu adalah respons alami tubuh terhadap penurunan suhu dan perubahan suasana hati.

Dilansir dari beberapa sumber, Berikut adalah alasan utama mengapa hujan sering bikin lapar:

1. Tubuh Butuh Energi Ekstra untuk Menghangatkan Diri

Ini adalah alasan ilmiah utama. Ketika hujan turun, suhu udara di sekitar Anda otomatis menurun. Tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu inti yang ideal (sekitar 37 derajat Celcius), sebuah proses yang disebut termoregulasi.

Proses menjaga kehangatan ini membutuhkan energi tambahan yang besar. Sumber energi ini didapatkan dari pembakaran kalori. Untuk menggantikan kalori yang dibakar dan memberi "bahan bakar" agar tubuh tetap hangat, otak menerjemahkan kebutuhan energi ini sebagai rasa lapar yang kuat. Insting ini membuat kita ingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan hangat.

2. Perubahan Hormon Akibat Kurangnya Sinar Matahari

Mendung dan kurangnya sinar matahari saat hujan juga memengaruhi keseimbangan kimia di otak Anda. Sinar matahari membantu memicu produksi hormon serotonin, yang berfungsi mengatur suasana hati, nafsu makan, dan pola tidur. Ketika sinar matahari berkurang, kadar serotonin bisa menurun, yang sering memicu perasaan galau, mager (malas gerak), atau bahkan sedih.

Tubuh kemudian secara naluriah mencari cara cepat untuk meningkatkan mood. Makan, terutama makanan tinggi karbohidrat atau yang memberikan rasa nyaman (comfort food), dapat meningkatkan kadar serotonin. Ini menciptakan keinginan untuk ngemil. Suhu dingin juga dapat memicu pelepasan hormon Ghrelin (hormon pemicu lapar) dari lambung, yang secara langsung mengirim sinyal ke otak bahwa Anda perlu makan.

3. Faktor Kenyamanan dan Psikologis (Comfort Eating)

Hujan menciptakan suasana yang secara psikologis mendorong kita untuk makan. Makanan hangat, berkuah, atau manis (seperti bakso, mi instan, atau cokelat panas) diasosiasikan dengan rasa nyaman dan aman. Saat cuaca di luar dingin dan tidak menyenangkan, otak mencari "imbalan" internal berupa makanan.

Ketika hujan, aktivitas luar ruangan berkurang drastis, menyebabkan kita lebih banyak berada di dalam rumah dan dekat dengan sumber makanan. Kebosanan dan kurangnya stimulasi ini juga sering memicu kebiasaan ngemil tanpa sadar. Tingkat kelembapan udara yang tinggi saat hujan dapat membuat aroma makanan (seperti uap bakso atau kopi panas) menjadi lebih kuat dan lebih menggugah selera, yang secara otomatis merangsang rasa lapar.

Jadi, rasa lapar saat hujan adalah kombinasi sempurna dari kebutuhan biologis tubuh untuk tetap hangat dan dorongan psikologis untuk mencari kenyamanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....