Fenomena Aphelion Tidak Sebabkan Penyakit

  • 30 Jul 2025 22:57 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jayawijaya: Fenomena aphelion tidak menyebabkan penyakit atau dampak buruk pada kesehatan manusia. Ini adalah mitos yang sering muncul setiap kali Bumi berada pada titik terjauhnya dari Matahari. Aphelion adalah fenomena astronomi di mana Bumi berada pada titik terjauhnya dari Matahari dalam orbit elipsnya. Sebaliknya, perihelion adalah ketika Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari. Saat aphelion, jarak Bumi ke Matahari sekitar 152,1 juta kilometer. Sementara saat perihelion, jaraknya sekitar 147,1 juta kilometer. Aphelion biasanya terjadi di sekitar awal bulan Juli, sedangkan perihelion terjadi di awal bulan Januari.

Mengapa Aphelion Tidak Berbahaya, Ada beberapa alasan kuat mengapa fenomena aphelion tidak berkaitan dengan penyakit atau masalah kesehatan:

  1. Meskipun ada perbedaan jarak sekitar 5 juta kilometer antara aphelion dan perihelion, secara astronomi, angka ini relatif kecil dibandingkan dengan jarak rata-rata Bumi ke Matahari (sekitar 150 juta km). Variasi ini tidak signifikan untuk memengaruhi kondisi Bumi secara drastis, apalagi kesehatan manusia.
  2. Banyak orang salah mengira bahwa jarak yang lebih jauh dari Matahari akan membuat Bumi jauh lebih dingin dan menyebabkan penyakit. Namun, musim dan suhu di Bumi utamanya ditentukan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi, bukan oleh jaraknya ke Matahari. Saat aphelion di bulan Juli, belahan Bumi utara sedang mengalami musim panas karena miring ke arah Matahari, meskipun jaraknya paling jauh.
  3. Variasi jarak ini tidak menyebabkan perubahan signifikan dalam intensitas radiasi Matahari yang mencapai Bumi hingga dapat memicu penyakit. Atmosfer Bumi berfungsi sebagai perisai pelindung yang efektif.
  4. Aphelion adalah bagian dari siklus orbit Bumi yang terjadi setiap tahun secara teratur. Jika fenomena ini berbahaya, maka kita akan melihat pola penyakit yang konsisten setiap tahun di sekitar waktu aphelion, yang faktanya tidak pernah terjadi.

Klaim bahwa aphelion menyebabkan penyakit seperti batuk, pilek, atau flu adalah mitos belaka dan tidak didukung oleh bukti ilmiah apa pun. Penyakit-penyakit tersebut lebih sering disebabkan oleh faktor-faktor seperti virus, bakteri, daya tahan tubuh yang menurun, dan kondisi lingkungan lokal, bukan karena posisi Bumi relatif terhadap Matahari. Penyebaran informasi yang tidak akurat seperti ini dapat menimbulkan kecemasan yang tidak perlu di masyarakat. Penting untuk selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya mengenai fenomena alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....