Budaya dan Iman Berpadu di Festival Etnik Religi Tolikara

  • 12 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Bupati Tolikara Willem Wandik secara resmi membuka Festival Etnik Religi Tolikara 2026 di Lapangan Merah Putih, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan pada Rabu 12 Agustus 2026.
  • Festival ini mengangkat tema 'Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Tolikara' sebagai komitmen pelestarian warisan budaya lokal dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
  • Acara pembukaan dihadiri ratusan peserta dan undangan yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelestarian budaya dan kebersamaan dalam keberagaman religi di Tolikara.

RRI.CO.ID, Tolikara - Suasana kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai pembukaan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 oleh Bupati Tolikara Willem Wandik di Lapangan Merah Putih, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).

Festival yang mengusung tema “Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Tolikara” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik. Ratusan peserta dan undangan hadir dalam pembukaan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Festival diisi dan dimulai dengan ibadah lalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, serta Bupati Tolikara sebagai bagian dari pembukaan resmi festival.

Semarak festival kemudian terlihat melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya, penampilan kolosal sekitar 150 pelajar serta pameran UMKM. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting, sejalan dengan tujuan festival untuk menjaga agar sejarah dan identitas budaya Tolikara tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sejumlah agenda utama yang disiapkan antara lain Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Tolikara, Lendawi atau tradisi ratapan, serta atraksi tandem paralayang. Rangkaian tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi wisata Tolikara kepada masyarakat yang lebih luas.

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan. Antusiasme masyarakat dan keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan bagaimana budaya, iman dan persatuan dapat berjalan berdampingan. Dari Karubaga, warisan leluhur dan nilai kehidupan masyarakat Tolikara kembali diangkat sebagai bagian dari identitas Papua Pegunungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....