Pra Festival Budaya Lembah Baliem Hadirkan Atraksi Wim Lukatok
- 03 Agt 2026 19:27 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID-Wamena, Pra Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 akan menghadirkan rangkaian atraksi budaya bertajuk Wim Lukatok di Wisata Pasir Putih, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Kamis, 6 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIT.
Mengusung tema "Melestarikan Budaya, Menyatukan Generasi", kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem 2026 sekaligus wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Lembah Baliem kepada wisatawan maupun masyarakat lokal.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram @explorejayawijaya, rangkaian kegiatan diawali dengan Khe Yugu Wolok pada pukul 10.00–11.00 WIT sebagai atraksi pertama yang menggambarkan prosesi pengantin laki-laki suku Hubula menuju honai perempuan untuk melaksanakan pernikahan.
Selanjutnya, pada pukul 11.00–12.00 WIT akan digelar Bakar Batu, tradisi memasak bersama yang menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan ungkapan rasa syukur masyarakat Papua.
Memasuki siang hari, pengunjung dapat menyaksikan Permainan Tradisional mulai pukul 12.00–13.00 WIT. Beragam permainan khas seperti Sikoko, Puradan, dan Menangkap Burung akan ditampilkan sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya kepada generasi muda.
Puncak acara berlangsung pukul 13.00–15.00 WIT melalui atraksi Wim Lukatok, yang menggambarkan simulasi peperangan antarsuku sebagai tradisi masyarakat Lembah Baliem. Atraksi ini akan dikemas dalam nuansa budaya yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.
Panitia membuka akses masuk mulai pukul 09.00–10.00 WIT. Tiket masuk ditetapkan sebesar Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara yang menggunakan mobil, Rp5.000 bagi wisatawan domestik, dan Rp10.000 untuk pengunjung yang menggunakan sepeda motor.
Panitia mengajak masyarakat dan wisatawan untuk hadir serta merasakan secara langsung keindahan budaya Papua melalui berbagai atraksi yang disuguhkan dalam Pra Festival Budaya Lembah Baliem 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata di Kabupaten Jayawijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....