Tari Perang Kolosal Papua Warnai Karya Bakti Kodam XVII di Jayawijaya

  • 23 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pembukaan Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di Lapangan Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Kamis (23/7/2026), diawali dengan penampilan tari perang kolosal yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat Papua. Pertunjukan tersebut menjadi pembuka rangkaian upacara sekaligus menyampaikan pesan tentang persatuan, gotong royong, dan perdamaian di Bumi Cenderawasih.

Tari kolosal melibatkan prajurit TNI, personel Polri, mahasiswa Universitas Baliem Papua, pelajar SMK Yapis Papua dan SMA PGRI 1 Wamena, serta masyarakat Kota Wamena. Kolaborasi lintas elemen tersebut menghadirkan pertunjukan yang memadukan seni tradisi, teatrikal, dan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui narasi yang dibawakan selama pertunjukan, penonton diajak menyelami kehidupan masyarakat Papua yang hidup berdampingan dengan alam. Cerita kemudian berkembang menggambarkan konflik antarsuku yang pernah terjadi, sebelum akhirnya berujung pada semangat rekonsiliasi dan persatuan. Adegan tersebut disampaikan melalui koreografi, musik tradisional, serta simbol-simbol budaya khas Papua.

Pertunjukan juga menampilkan pesan bahwa kekuatan sejati bukan lahir dari perpecahan, melainkan dari kebersamaan. Nilai tersebut diperkuat dengan kemunculan Bendera Merah Putih pada bagian akhir pertunjukan sebagai simbol persatuan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Papua, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain menjadi hiburan bagi tamu undangan dan masyarakat yang hadir, tari kolosal tersebut menjadi cerminan kekayaan budaya Papua yang dipadukan dengan semangat pembangunan. Penampilan itu sekaligus menjadi pengantar dimulainya Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

Melalui pertunjukan seni tersebut, pembukaan Karya Bakti Skala Besar tidak hanya berlangsung sebagai seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Papua sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan di Papua Pegunungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....