Dari Lembah Baliem Kita Bangkit Dengan Pendidikan
- 12 Okt 2025 19:57 WIB
- Wamena
Video
KBRN, Wamena: Ditengah keindahan Lembah Baliem yang dikelilingi pegunungan hijau, berdiri SD Negri Wobarek. Sekolah kecil yang menjadi saksi perjuangan dan harapan masyarakat di pinggiran Wamena. Dari sinilah cerita dimulai, tentang bagaimana anak-anak, guru, dan warga bersama-sama menjaga agar pendidikan tetap hidup, meski dengan segala keterbatasan yang ada.
Setiap pagi, anak-anak berjalan menempuh jarak jauh untuk sampai ke sekolah. Jalan beraspal cepat berganti bebatuan, namun langkah mereka tak pernah berhenti. Dengan tas sederhana di punggung dan kaki telanjang yang menginjak dinginnya tanah pagi, mereka datang membawa semangat belajar yang besar. Karena bagi mereka, sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
SD Negeri Wobarek berlokasi di distrik Kurulu, Kampung Weragama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dinding papan dan atap seng menjadi saksi betapa besar cinta dan kerja keras masyarakat sekitar. Guru, orang tua, dan warga bersama-sama membangun dan memperbaiki ruang kelas, mengumpulkan bahan seadanya, dan menjaga agar sekolah ini tetap berdiri tegak. Sekolah ini bukan dibangun oleh dana besar, melainkan oleh hati yang besar.
Para guru datang dari jauh, menempuh perjalanan panjang untuk mengajar. Mereka tak hanya membawa ilmu, tetapi juga harapan. Dengan kesabaran dan ketulusan, mereka menyalakan semangat belajar di hati setiap anak. Sementara masyarakat menjaga lingkungan sekolah, memastikan anak-anak bisa belajar dengan aman. Kebersamaan itu membuat sekolah kecil ini memiliki jiwa — jiwa yang tak pernah padam meski diterpa tantangan.
Inilah kisah SD Negeri Wobarek. Kisah tentang langkah kecil tanpa sepatu, tentang gotong royong yang melahirkan harapan, dan tentang tekad yang tak pernah luntur di tengah keterbatasan. Dari lembah yang jauh dari hiruk pikuk kota, anak-anak terus melangkah, membawa mimpi besar dalam hati kecil mereka. Sebab di Wamena, pendidikan bukan sekadar cita-cita, Namun pendidikan adalah perjuangan, cinta, dan bukti bahwa harapan bisa tumbuh di mana saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....