Kabut Asap Mulai Mengganggu Penerbangan di Papua

  • 22 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Penerbangan NAM Air IN 784 (Jayapura-Wamena) dan IN 785 (Wamena-Jayapura) dibatalkan pada Sabtu 22 Agustus 2026 akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang di bandara.
  • Gangguan operational visibility disebabkan oleh haze atau asap kebakaran hutan yang menurunkan kondisi cuaca dan visibilitas di area operasional penerbangan.
  • Pembatalan penerbangan berdampak pada rotasi pesawat sehingga menyebabkan efek berantai berupa keterlambatan di maskapai lainnya yang beroperasi di rute Papua.

RRI.CO.ID, Wamena - Gangguan jarak pandang akibat kabut asap mulai berdampak pada operasional penerbangan di Papua. Salah satunya terjadi pada penerbangan NAM Air rute Jayapura–Wamena (IN 784) dan Wamena–Jayapura (IN 785) yang dijadwalkan Sabtu (22/8/2026), namun harus dibatalkan.

Berdasarkan informasi pembatalan yang disampaikan kepada calon penumpang, penerbangan tersebut terdampak gangguan operational visibility di bandar udara sebelumnya akibat haze atau asap kebakaran hutan. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada rotasi operasional pesawat sehingga penerbangan IN 784 dan IN 785 tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Beberapa maskapai pun ikut mengalami keterlambatan penerbangan.

Penurunan visibility menjadi perhatian penting dalam penerbangan karena kondisi tersebut dapat menghambat kemampuan pilot dalam memperoleh pandangan visual yang memadai, khususnya ketika pesawat melakukan pendekatan, pendaratan maupun lepas landas. Kementerian Perhubungan juga mengingatkan bahwa kabut asap di sekitar bandar udara dapat menyebabkan penerbangan ditunda, dialihkan hingga dibatalkan demi keselamatan.

Gangguan serupa juga terjadi di wilayah Papua lainnya. Dilansir dari www.nokenlive.com, Di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, kabut asap tebal akibat kebakaran lahan pada Jumat (21/8/2026) membuat jarak pandang menurun drastis. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas penerbangan hingga pengelola bandara menutup sementara operasional pada sore hari karena asap dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Ketika asap terbawa ke kawasan bandar udara, penurunan jarak pandang dapat langsung memengaruhi jadwal penerbangan dan pergerakan pesawat. Di Papua, kondisi ini menjadi perhatian karena penerbangan merupakan salah satu moda transportasi penting yang menghubungkan sejumlah wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....