Smart Packaging dan Digitalisasi Bantu Yakuluok Coffee Meningkatkan Daya Saing

  • 21 Agt 2026 13:31 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Kelompok Tani Yakuluok Coffee di Lembah Baliem, Papua Pegunungan, mendapat pendampingan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. Kegiatan ini merupakan hibah kompetitif Nasional yang didanai oleh Kemdiktisaintek Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing usaha melalui penerapan smart packaging dan digitalisasi manajemen.

Kegiatan yang berlangsung 13 hingga 17 Juli 2026 itu diikuti 24 anggota kelompok bersama masyarakat. Pendampingan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari analisis situasi, survei, sosialisasi, uji coba kemasan dan pemasaran, hingga pelatihan manajemen digitalisasi.

Menariknya, Yakuluok Coffee tidak hanya mengembangkan produksi kopi, tetapi juga memadukannya dengan potensi wisata lokal. Kelompok ini berinovasi menyediakan pondok honai bagi wisatawan dengan memanfaatkan bahan dan kearifan lokal khas Papua. Konsep tersebut membuat aktivitas menikmati kopi sekaligus menjadi pengalaman mengenal budaya masyarakat setempat.

Aktivitas tersebut turut membuat Yakuluok Coffee dikenal sebagai salah satu sentra kopi lokal yang dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Dalam dokumen kegiatan disebutkan, pengunjung datang antara lain dari Spanyol, Australia, China dan Prancis. Kehadiran wisatawan mancanegara menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkenalkan kopi Lembah Baliem sekaligus budaya Papua Pegunungan ke lebih banyak orang.

Namun, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek kemasan dan pengelolaan bisnis. Keterbatasan akses percetakan label serta bahan kemasan di wilayah 3T membuat produk sebelumnya belum memiliki identitas merek yang konsisten. Sementara itu, pengelolaan pendapatan yang masih dilakukan secara tradisional membuat kelompok belum memiliki pencatatan usaha yang terstruktur.

Melalui program tersebut, tim PKM menyerahkan sejumlah dukungan teknologi, di antaranya Smart Packaging Fullprint 200 gram, software Point of Sale 5.0, printer thermal, goodie bag, nota pembayaran dan timbangan kopi dengan disahkan pada berita acara serah terima yang telah ditanda tangani kedua belah pihak serta diketahui oleh Kepala LPPM Una’im Yapis Wamena. Dukungan juga datang dari Bank Indonesia Jayapura melalui branding Yakuluok Coffee di Etalase UMKM Honai Bank Indonesia serta pengajuan alat teknologi untuk kebutuhan pencetakan kemasan.

Penguatan tersebut diharapkan membuat Yakuluok Coffee tidak hanya mampu mempertahankan identitasnya sebagai produk kopi lokal, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari pengalaman wisata di Lembah Baliem. Dengan menggabungkan kopi, kearifan lokal, wisata honai dan teknologi pemasaran, Yakuluok Coffee memiliki peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi Papua Pegunungan kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....