Prabowo Dorong Desa Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

  • 19 Agt 2026 19:36 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID – Wamena, Prabowo Dorong Desa Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi menegaskan pembangunan ekonomi nasional terus diarahkan untuk memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidato kenegaraannya, Prabowo menyoroti besarnya potensi ekonomi yang berasal dari masyarakat desa. Kekuatan tersebut mencakup petani, nelayan, pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga, hingga anak muda yang mengembangkan usaha di kampung halaman.

"Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin, perempuan kepala keluarga, dan anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung halaman," kata Prabowo.

Menurut Presiden, penguatan ekonomi desa harus didukung konektivitas dan infrastruktur yang memadai. Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 2.500 jembatan desa oleh TNI dan 874 jembatan oleh Polri.

Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa dapat diselesaikan. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah perdesaan.

Selain konektivitas, pemerintah juga memperluas akses terhadap air bersih. Dalam delapan bulan pertama 2026, sebanyak 3.000 titik air desa telah dibangun oleh TNI.

Prabowo juga menempatkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Presiden menyebut sebanyak 10.000 koperasi telah beroperasi, dengan 3.300 di antaranya berjalan optimal. Pemerintah menargetkan 30.000 koperasi dapat beroperasi secara optimal hingga akhir 2026.

"Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri, dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi," ujar Prabowo.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent menilai pidato Presiden tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat melalui para wakilnya di parlemen.

Menurut Astrio, pemerataan ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah di tengah berbagai tantangan global. Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir berada di atas 5 persen menjadi salah satu modal dalam memperluas kesejahteraan masyarakat.

"Presiden Prabowo sangat concern dengan pemerataan ekonomi dan beberapa tahun terakhir ekonomi Indonesia berhasil tumbuh di atas 5%," kata Astrio.

Ia mengatakan pemerintah tetap mencermati persoalan kemiskinan dan terus berupaya merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut.

Astrio menilai pembangunan desa dan penguatan koperasi menjadi bagian penting dari upaya memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat masyarakat.

Dengan penguatan infrastruktur dan koperasi, agenda pembangunan desa diharapkan mampu meningkatkan daya tawar masyarakat sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....