Kenali Apa itu Speech Delay Pada Anak

  • 28 Jun 2026 14:11 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Speech delay atau keterlambatan bicaranya anak adalah kondisi ketika seorang anak belum bisa mencapai tahapan kemampuan berbicara atau berbahasa yang seharusnya sudah dikuasai di usianya.

Penting untuk membedakan antara berbicara (speech) dan berbahasa (language):

Speech (Bicara), Proses fisik memproduksi suara dan kata-kata (artikulasi).

Language (Berbahasa), Proses memahami, menerima, dan mengekspresikan informasi atau ide (komunikasi keseluruhan, baik verbal maupun non-verbal). Anak dengan speech delay bisa jadi mampu mengucapkan kata dengan jelas tetapi kesulitan merangkai kalimat, atau sebaliknya.

Tanda-Tanda Sesuai Tahapan Usia (Red Flags)

  • Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, namun ada beberapa acuan umum kapan orang tua sebaiknya mulai waspada
  • Usia 12 Bulan (1 Tahun), Belum menggunakan gerakan tubuh (seperti melambaikan tangan "dah-dah" atau menunjuk objek) dan belum mencoba meniru suara.
  • Usia 18 Bulan, Lebih memilih berkomunikasi dengan bahasa tubuh daripada suara, kesulitan meniru suara, atau belum paham perintah verbal sederhana (misal: "Ayo sini").
  • Usia 2 Tahun, Hanya bisa meniru ucapan orang lain (beo) tanpa bisa memproduksi kata atau frasa sendiri untuk menyampaikan keinginannya, atau suara terdengar tidak jelas bagi orang terdekat.
  • Usia 3 Tahun, Orang asing (di luar keluarga inti) sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkannya, atau anak kesulitan merangkai 2-3 kata menjadi kalimat sederhana.

Penyebab Umum Speech Delay, Keterlambatan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari masalah fisik hingga lingkungan:

  1. Gangguan Pendengaran, Jika anak tidak bisa mendengar suara di sekitarnya dengan jelas, mereka akan kesulitan meniru dan mempelajari kata-kata.
  2. Masalah Oral-Motor, Adanya gangguan pada area mulut yang mengontrol koordinasi bibir, lidah, dan rahang untuk memproduksi suara (misalnya kondisi tongue-tie).
  3. Kurangnya Stimulasi Lingkungan, Anak jarang diajak mengobrol, dibacakan buku, atau terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar (screen time) secara pasif tanpa interaksi dua arah.
  4. Kondisi Perkembangan Lain, Kadang, speech delay menjadi bagian dari kondisi lain seperti Autism Spectrum Disorder (ASD) atau keterlambatan perkembangan umum (global developmental delay).

Langkah Awal yang Bisa Dilakukan:

Sering-seringlah mengajak anak mengobrol tentang apa saja yang sedang dilakukan, bacakan buku cerita dengan ekspresi yang jelas, dan batasi penggunaan gadget. Jika Anda melihat tanda-tanda di atas pada anak atau kerabat dekat, berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog perkembangan adalah langkah terbaik untuk mendapatkan observasi dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....