Pemerintah Dorong Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis tanpa Kurangi Manfaat
- 30 Mar 2026 14:47 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Pemerintah terus mengupayakan efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengurangi manfaat utama bagi masyarakat. Langkah ini menjadi strategi adaptif untuk menjaga keberlanjutan program prioritas nasional di tengah tekanan ekonomi global yang dinamis.
Efisiensi yang dilakukan tidak dimaknai sebagai pengurangan layanan, melainkan sebagai penyempurnaan tata kelola anggaran agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Pemerintah memastikan bahwa kualitas dan kuantitas gizi yang diterima anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Menteri Keuangan, Purbaya, mengungkapkan bahwa potensi penghematan dari skema efisiensi program MBG dapat mencapai Rp40 triliun per tahun. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penyesuaian hari pelaksanaan program, dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
“Yang penting ada efisiensi dan anak sekolahnya masih bisa makan cukup,” ujarnya, menegaskan bahwa esensi program tidak akan berubah.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia. Program MBG sendiri menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan kesiapan lembaganya dalam menjalankan setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa BGN akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk dalam hal penyesuaian skema efisiensi.
“BGN akan menjalankan apapun keputusan Presiden, termasuk terkait efisiensi atau pengaturan anggaran program MBG,” tegasnya.
Dadan juga menambahkan bahwa sistem pengawasan dan evaluasi telah disiapkan secara ketat untuk memastikan distribusi makanan tetap tepat sasaran, meskipun terdapat penyesuaian pada aspek operasional.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menilai langkah efisiensi sebagai keputusan rasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjalankan program MBG, namun menekankan pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara.
| Baca juga: 10 Daerah Terkenal di Indonesia |
“Hanya saja tetap harus mempertimbangkan kondisi objektif kesehatan fiskal kita,” ujarnya.
Pulung juga menegaskan bahwa pengawasan kolektif menjadi kunci agar program berskala besar seperti MBG dapat berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Dengan pendekatan efisiensi yang terukur, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tetap mampu memberikan manfaat optimal bagi generasi muda Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran negara dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....