Mengapa Perempuan Lebih Senang Pujian Daripada Ujian?
- 03 Feb 2026 21:51 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Jika kita melihat dari kacamata psikologi dan realita sosial, sebenarnya bukan hanya perempuan yang menyukai pujian, tetapi manusia pada umumnya. Namun, ada beberapa alasan spesifik mengapa pujian terasa lebih bermakna bagi perempuan:
1. Validasi Emosional
Secara psikologis, perempuan sering kali lebih mengutamakan koneksi emosional. Pujian bukan sekadar kata-kata manis, melainkan bentuk validasi bahwa usaha, penampilan, atau keberadaan mereka dihargai oleh orang lain.
2. Efek Dopamin
Pujian memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu hormon yang memberikan rasa senang dan bahagia. Sebaliknya, ujian (baik itu ujian hidup atau kritik tajam) memicu hormon stres (kortisol). Secara alami, otak kita pasti akan memilih sesuatu yang membuat merasa aman dan dicintai daripada sesuatu yang menekan mental.
3. Tekanan Standar Sosial
Harus diakui, standar sosial terhadap perempuan sering kali sangat tinggi mulai dari cara berpakaian, mengurus rumah, hingga karier. Karena sering berada di bawah tekanan ujian sosial yang menghakimi, sebuah pujian tulus menjadi oase yang menenangkan di tengah ekspektasi yang melelahkan.
4. Perbedaan Cara Memproses Kritik
Penelitian menunjukkan bahwa secara umum, perempuan cenderung lebih memikirkan (overthinking) kritik atau ujian yang datang kepadanya. Jika pujian memberikan energi untuk maju, ujian yang disampaikan dengan cara yang salah justru bisa merusak rasa percaya diri dalam waktu lama.
Fakta Menarik Bahwa pujian yang paling disukai biasanya bukan soal fisik semata, melainkan pujian atas proses dan usaha. Misalnya, daripada bilang 'Kamu cantik', kalimat 'Aku bangga melihat kerja kerasmu sering kali jauh lebih membekas di hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....