Kunci Meraih Kebahagiaan Hakiki dalam Kehidupan
- 21 Des 2025 06:20 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Dalam menjalani hiruk-pikuk dunia, setiap individu seringkali terjebak dalam mengejar kesuksesan materi semata. Namun, Islam mengajarkan bahwa keberhasilan tanpa arah tidak akan membawa ketenteraman.
Tujuan tertinggi seorang mukmin sejatinya bukanlah harta atau kedudukan, melainkan meraih ridha Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 72:
“Ridha Allah itu lebih besar nilainya. Itulah kemenangan yang agung.”
Ayat ini menegaskan bahwa ridha Ilahi jauh melampaui seluruh kenikmatan duniawi yang bersifat sementara.
Syekh Wahbah az-Zuḥailī dalam Tafsīr al-Munīr menjelaskan bahwa ridha Allah adalah orientasi hidup yang mengangkat derajat seorang mukmin. Dengan ridha-Nya, amal yang tampak kecil di mata manusia bisa bernilai sangat besar di sisi-Nya.
Namun, ridha Allah tidak datang begitu saja. Hal ini harus diupayakan dengan kesungguhan, sebagaimana diingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 207 tentang orang-orang yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Allah.
Untuk menjadikan ridha Allah sebagai kompas kehidupan, setidaknya ada tiga prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh setiap Muslim:
1. Keikhlasan dalam Niat
Ikhlas adalah memurnikan tujuan amal hanya untuk Allah SWT. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun tidak akan bernilai. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap perbuatan bergantung pada niatnya (HR. Al-Bukhari & Muslim). Ikhlas berarti membebaskan diri dari keinginan dipuji manusia atau sekadar memenuhi ambisi duniawi.
2. Istiqamah dalam Ketaatan
Islam sangat menghargai amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.
Istiqamah berarti teguh dan konsisten dalam menjalankan perintah Allah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada seorang sahabat, "Katakanlah: 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian beristiqamahlah." (HR. Muslim).
3. Mendahulukan Perintah Allah di Atas Hawa Nafsu
Tantangan terbesar manusia adalah hawa nafsu yang sering kali mengajak pada kesenangan sesaat. Mukmin yang cerdas adalah mereka yang mampu mengendalikan diri dan memilih kejujuran serta kehalalan, meskipun prosesnya tampak sulit dan berat.
Menerapkan tiga pilar ikhlas, istiqamah, dan pengendalian nafsu adalah jalan menuju kemenangan yang agung. Dengan menjadikan ridha Allah sebagai orientasi, kehidupan tidak hanya menjadi lebih bermakna, tetapi juga akan melahirkan ketenteraman jiwa yang sejati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....