'Hormon Cinta' Bikin Cepat Mengantuk
- 25 Sep 2025 12:38 WIB
- Wamena
KBRN, Jakarta: Pernahkah Anda merasa tiba-tiba mengantuk saat sedang bersantai bersama pasangan? Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik. Jauh dari sekadar kebetulan, rasa kantuk ini adalah respons alami tubuh yang dipicu oleh pelepasan hormon kebahagiaan.
Saat kita merasa aman dan nyaman di dekat orang yang kita cintai, otak secara otomatis melepaskan hormon oksitosin. Dikenal sebagai "hormon cinta" atau "hormon pelukan," oksitosin tidak hanya memperkuat ikatan emosional, tetapi juga memiliki efek menenangkan yang kuat pada tubuh.
Sebuah penelitian dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa oksitosin berperan penting dalam menurunkan kadar hormon stres kortisol. Ketika kadar kortisol turun, tubuh memasuki mode "istirahat dan cerna" yang diatur oleh sistem saraf parasimpatik. Hal ini membuat detak jantung melambat, otot-otot menjadi lebih rileks, dan perasaan nyaman pun meningkat, yang pada akhirnya memicu rasa kantuk.
Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology pada tahun 2017 menunjukkan adanya hubungan kuat antara ikatan emosional dengan kualitas tidur. Penelitian ini menemukan bahwa pasangan yang memiliki ikatan emosional yang erat cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Keamanan dan kenyamanan yang dirasakan dalam hubungan membuat pikiran lebih tenang, sehingga seseorang lebih mudah untuk tidur nyenyak.
Dengan kata lain, rasa kantuk saat bersama pasangan adalah sinyal positif. Itu berarti otak dan tubuh Anda merasa begitu aman dan terlindungi hingga bisa sepenuhnya melepaskan ketegangan, memungkinkan Anda untuk beristirahat. Jadi, alih-alih khawatir, nikmati saja momen relaksasi tersebut sebagai tanda bahwa hubungan Anda memberikan rasa aman yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiran.
Referensi Ilmiah:
* Harvard Medical School: Berbagai sumber dari Harvard Medical School, seperti yang dijelaskan dalam artikel publikasi mereka, menyoroti peran oksitosin dalam menurunkan stres dan meningkatkan perasaan aman.
*Frontiers in Psychology (2017): Studi yang diterbitkan di jurnal ini menemukan korelasi antara kualitas hubungan, rasa aman, dan kualitas tidur yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....