"Kita Indonesia": Mengutamakan Kepentingan Bersama untuk Bangsa
- 27 Jul 2025 18:51 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Dalam program "KITA INDONESIA," menyoroti nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial, yang digambarkan sebagai fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
Tema sentral program yang tayang 25 Juli, yaitu "Menempatkan Kepentingan Bersama di Atas Kepentingan Pribadi."
Togar Fitra Malau, seorang koordinator program WVI yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di daerah pedalaman, hadir sebagai narasumber utama. Togar, yang telah menjadi pekerja kemanusiaan sejak tahun 2017, membagikan pengalamannya yang berharga di Wamena.
Ia menjelaskan bahwa motivasi terbesarnya dalam menjalani pekerjaan ini adalah anak-anak, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota. Baginya, cita-cita besar bangsa tidak akan tercapai jika generasi penerus ini terlupakan.
Menurut Togar, kontribusi terpenting yang bisa diberikan adalah kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. Ia menceritakan bagaimana budaya ramah di Wamena, seperti kebiasaan berpelukan, membantu, membangun kepercayaan dan mempermudah proses pemberdayaan.
Dengan memprioritaskan kepentingan komunitas, program-program yang dijalankannya dapat membantu masyarakat berkembang dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Togar juga menyoroti bahwa mengutamakan kepentingan bersama menghasilkan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan. Hal ini memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan empati, dan memicu solusi-solusi inovatif melalui kolaborasi.
Sebaliknya, ia memperingatkan bahwa mementingkan diri sendiri dapat merusak hubungan sosial, meningkatkan konflik, dan mengikis nilai-nilai moral.
Tantangan utama yang dihadapi oleh Togar adalah beradaptasi dengan perbedaan budaya, terutama saat berpindah dari wilayah barat ke timur Indonesia. Tantangan ini mengharuskan komunikasi yang efektif agar tujuan program dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat setempat.
Di akhir program Togar juga membagikan kisah inspiratif tentang seorang siswa di Wamena yang ia bimbing. Siswa tersebut, setelah berpartisipasi dalam program kesehatan masyarakat, terinspirasi untuk menjadi dokter dan akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa kedokteran.
Pengalaman ini menguatkan keyakinan Togar bahwa pengorbanan pribadi, seperti jauh dari keluarga, sangatlah sepadan. Persatuan dan kerja sama adalah kunci untuk membangun masa depan bangsa yang makmur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....