Pemerintah Optimalkan MBG Lima Hari, Kualitas Dijamin Tetap Terjaga

  • 07 Apr 2026 13:52 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski pelaksanaannya kini dioptimalkan menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran, tanpa mengurangi tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang tidak boleh mengalami penyimpangan dalam pelaksanaannya. Ia menyebut, keberhasilan program ini akan sangat menentukan masa depan generasi bangsa.

“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi besar bagi masa depan Indonesia. Karena itu, integritas dan komitmen semua pihak menjadi hal yang mutlak,” ujarnya.

Sony juga mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar program MBG dijalankan secara bersih dan bebas dari praktik korupsi. Seluruh anggaran yang dialokasikan harus benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh anak-anak sebagai penerima manfaat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa optimalisasi menjadi lima hari dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program.

“Program ini difokuskan pada penyediaan makanan segar dan berkualitas selama lima hari dalam seminggu,” jelasnya.

Meski terjadi pengurangan hari distribusi dari enam menjadi lima hari, pemerintah memastikan tidak ada penurunan kualitas layanan. Dalam kondisi tertentu, seperti di sekolah berasrama, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta daerah dengan tingkat stunting tinggi, distribusi tetap dapat dilakukan hingga enam hari.

Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 1 April 2026 sebagai bagian dari strategi efisiensi energi dan anggaran negara. Dari penyesuaian tersebut, pemerintah memperkirakan potensi penghematan mencapai Rp20 triliun.

Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti pengurangan manfaat. Justru, langkah ini diharapkan mampu membuat program berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Selain itu, penguatan transparansi dan pengawasan menjadi perhatian utama. Pemerintah membuka ruang bagi pengawasan publik guna menjaga akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

Dengan berbagai upaya tersebut, program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....