Pemanfaatan Pangan Lokal Jadi Prioritas Program MBG di Jayawijaya

  • 24 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memanfaatkan pangan lokal, khususnya hasil pertanian masyarakat setempat. Ketua SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menegaskan bahwa penggunaan bahan pangan lokal menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program tersebut, sekaligus mendorong kemandirian pangan di daerah.

“Itu wajib, kita harus mengedepankan pangan lokal yang ada entah itu sayur ataupun buah,” ujar Wahyu kepada awak media di Wamena, Selasa (24/3/2026).

Meski demikian, Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam ketersediaan sumber protein seperti daging, ayam, dan telur yang masih sangat terbatas di wilayah Jayawijaya. “Kekurangannya kita di sini, entah itu daging, ayam atau telur, itu kita sangat kurang sekali. Nah kalau boleh ini harus juga kita dorong ke masyarakat,” katanya.

Saat ini, terdapat empat dapur MBG yang beroperasi di Jayawijaya dan melayani sekitar 12.000 anak. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan pasokan sayur yang cukup besar setiap harinya.

“Saat ini di Jayawijaya ada 4 dapur. Kalau kita melayani sekitar 12.000 anak, itu kita butuh sekitar 1,2 ton sayur per hari. Untuk itu kita harus dorong masyarakat agar lebih banyak menanam sayur, karena kalau stok kurang, otomatis kami mengambil dari daerah lain,” jelas Wahyu.

Ia berharap, dengan meningkatnya produksi pangan lokal, kebutuhan program MBG dapat terpenuhi secara mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Jayawijaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....