Generasi Emas Dari Tanah Walak Papua Pegunungan
- 20 Okt 2025 22:12 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena : Suasana penuh syukur menyelimuti Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya. Di tanah yang subur dan dikelilingi pegunungan hijau Lembah Baliem, masyarakat suku Walak dengan hati tulus menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan generasi emas Indonesia melalui pemerataan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat setempat yang rela menyerahkan tanah leluhur mereka demi masa depan anak bangsa.
“Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut baik etika baik dari masyarakat Distrik Bpiri, khususnya keluarga besar suku Walak yang telah menghibahkan lokasi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk satu visi-misi besar Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam membangun Sekolah Rakyat,” ujar Bupati.
Bupati yang hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah di antaranya Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan meninjau langsung lokasi lahan hibah yang akan dijadikan kawasan pendidikan terpadu.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa tanah yang kini akan dibangun sekolah itu memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat suku Walak.
“Saya mendapat banyak cerita dari orang tua-tua dulu bahwa di daerah ini para misionaris masuk membawa Injil dan membuka tabir kehidupan yang lebih baik. Dan saya percaya, Tuhan juga menyiapkan tempat ini untuk mencerdaskan anak-anak kita ke depan,”
ungkapnya dengan nada haru.
Pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat dengan pola asrama terpadu dari jenjang SD, SMP hingga SMA dapat menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak dari berbagai kabupaten sekitar seperti Tolikara, Lanny Jaya, Jayawijaya, hingga Mamberamo Tengah.
“Kalau di sini nanti dibangun sekolah rakyat asrama untuk semua jenjang, anak-anak dari berbagai daerah bisa belajar gratis di sini. Ini akan jadi berkat besar bagi masyarakat Distrik Bpiri dan sekitarnya,” ujar Bupati penuh optimisme.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati bersama tim juga meninjau kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan yang masih berupa jalan dasar berbatu.
“Kami sudah melihat langsung jalur dari perbatasan Wolo-Bpiri. Memang belum ada peningkatan, masih hamparan batu-batu. Tadi kami sudah diskusikan dengan Dinas PUPR, dan ke depan akan direncanakan peningkatan jalan secara bertahap, mungkin satu hingga empat tahun ke depan,”jelasnya.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas pemerintahan, ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, dan terutama akses pendidikan anak sekolah di wilayah Bpiri dan sekitarnya.
Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menghadirkan keadilan pendidikan hingga ke pelosok Papua Pegunungan.
Di tanah yang dulu menjadi pintu masuk kabar sukacita, kini harapan baru kembali tumbuh harapan untuk mencerdaskan generasi muda Papua yang akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Rakyat di Bpiri bukan hanya bangunan, tapi simbol kasih, persatuan, dan masa depan anak-anak Lembah Baliem.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....