Pedagang Gorontalo Pasok Kacang Tanah Dari Luar Daerah

  • 15 Sep 2024 20:08 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Stok kacang tanah hasil produksi petani di Gorontalo saat ini sangat kerang, bahkan telah habis. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya para petani belum melakukan panen. Beruntungnya, kondisi ini tidak membuat para pedagang sangat kesulitan mendapatkan stok yang akan dijual kembali di pasaran.


Abdul Karim Hasan, salah satu pedagang di pasar Sentral Kota Gorontalo, mengaku selama ini dirinya hanya memasok kacang tanah dari luar daerah, utamanya dari Surabaya dan Sulawesi Selatan. Pasalnya, di daerah ini memiliki stok kacang tanah yang cukup lebih karena petani telah memasuki musim panen.


"Stoknya bukan hanya kurang, tapi belum ada panennya. Karena panen kacang ini antara tiga bulan sampai empat bulan. Sekarang ini tinggal pasokan dari Surabaya, sudah ada juga dari Sulawesi Selatan yang mungkin akan masuk dalam waktu dekat ini," aku Abdul Karim ditemui RRI, Ahad (15/09/2024)


Mengenai harga pembelian, Ia menyebut para pedagang melakukan penyesuaian dengan kualitas kacang tanah yang akan dibeli. Jika kualitasnya bagus, harganya ada di kisaran Rp31 ribu per kilogram. Sementara untuk kualitas yang tidak terlalu baik, harganya sedikit lebih rendah.


"Soal harga, itu tergantung kualitas barangnya bagaimana. Kalau bagus kualitasnya, harganya juga agak tinggi, ya sekitar 31 ribu rupiah per kilogram," bebernya.


Disinggung terkait minat masyarakat Gorontalo terhadap kacang tanah saat ini, Karim menyebut biasa-biasa saja. Menurutnya para pembeli tidak terlalu banyak, namun juga tidak bisa disebut terus menurun. Menurutnya, secara umum masyarakat Gorontalo tetap masih suka mengonsumsi kacang.


" Untuk peminat biasa-biasa saja. Kalau mereka beli untuk dibuat saos, mau mahal dengan tidak mereka tetap membeli," tandasnya.


Rekomendasi Berita