Sejuta Rasa Tradisional Usaha 3 Sahabat di Pekanbaru
- 08 Agt 2024 23:40 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Dalam upaya melestarikan kuliner tradisional Indonesia, tiga sahabat, Wenny, Tasya, dan Karina, menginisiasi usaha jajanan tradisionalnya sejak Semptember 2023 lalu dengan nama Rampai Rasa.
Usaha yang berfokus pada jajanan pasar ini berhasil menyajikan beragam cita rasa Nusantara dalam satu tempat.
"Awalnya, kami tergerak untuk mengaplikasikan ilmu bisnis yang kami miliki, dari sekedar obrolan biasa, dan melihat potensi jajanan pasar juga cukup besar, kami memutuskan untuk memulai usaha ini. Apalagi, keluarga kami memiliki keahlian dalam membuat kue basah," ujar Tasya, salah satu founder Rampai Rasa dalam obrolan Santai Siang UMKM Pro 2 Pekanbaru, Kamis (8/8/2024).
Uniknya, usaha ini tidak hanya menyajikan jajanan pasar dari satu daerah saja. Menjadi perwakilan beragamnya jajanan tradisional nusantara terutama melayu di Kota Pekanbaru.
"Kami berusaha menghadirkan beragam jenis jajanan dari berbagai daerah di Indonesia, berkat keberagaman latar belakang kami, kami bisa menghadirkan cita rasa Aceh, Sunda, dan Semarang dalam satu wadah," ungkap Karina.
Keberagaman latar belakang daerah masing-masing owner membuat mereka mampu menghadirkan jajanan orisinil daerah. Natasya berasal dari sunda, Karina dari Aceh dan Wenny dari Semarang.
“Hingga saat ini, Rampai Rasa telah berhasil mengumpulkan lebih dari 130 jenis jajanan pasar, dan kami masih terus berupaya untuk menambah koleksi jajanan kami, terutama jajanan khas daerah yang belum banyak dikenal," kata Tasya.
Untuk menjaga keaslian rasa, usaha tiga sahabat ini juga bekerja sama dengan pengrajin lokal. Dengan memperhatikan kualitas dan keaslian rasa setiap jajanan yang kami jual.
“Misalnya kue panada, kita tidak punya kemampuan untuk membuatnya sehingga kita mencari orang yang asli daerahnya, kita kurasikan dan memang orang dari daerah aslinya yang membuat sehingga rasanya tetap otentik,” jelas Wenny.
Dalam menjalankan usahanya, Tasya, Wenny dan Karina juga menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari keterbatasan sumber daya dan permintaan produk yang terus meningkat, serta aktifitas dari mereka yang beragam.
"Sebagai ibu rumah tangga, kami harus pintar-pintar membagi waktu," ujar Wenny.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Rampai Rasa menerapkan berbagai strategi bisnis, mulai dari memanfaatkan media sosial hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Mengadakan promo dan memiliki kurir sendiri untuk mempermudah proses pengiriman. Ke depannya, Rampai Rasa berharap dapat terus berkembang dan menjadi referensi bagi pecinta kuliner tradisional.
"Kami ingin melestarikan kue-kue tradisional agar tidak tergerus oleh tren makanan modern," ujar Tasya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....