Andalkan Kekhasan, UMKM Kediri Siap Hadapi Produk Impor
- 22 Mei 2024 19:37 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Seiring banyaknya gempuran barang impor pada era global sekarang, sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Kediri mengaku siap mengandalkan kekhasan produk lokal.
"Kekhasan ini menjadi keunggulan dan strategi tersendiri bagi kami para UMKM lokal untuk tetap eksis," kata Ratih Kusuma Dewi, Ketua Kediri Young Entrepreneur Kediri, pada Rabu tanggal 22 Mei 2024.
Ratih mengatakan, tips tetap bertahan ini juga sekaligus mengangkat originalitas produk UMKM lokal. Sebab hal ini diyakini, tidak dimiliki oleh produk impor.
"Misal di antaranya kekayaan wastra Batik khas Kediri, dan beragam kuliner oleh-oleh khas Kabupaten Kediri. Itu yang tidak dimiliki produk impor," katanya.
Namun idealnya, lanjut Ratih, Pemerintah Kabupaten Kediri juga dapat membuat suatu regulasi agar perkembangan dan eksistensi semua produk UMKM lokal ini bisa tidak tergerus produk impor.
"Kalau kita tahu tidak semua UMKM bisa tahan produk impor, jadi perlu adanya regulasi pemerintah yang mengatur supaya gempuran impor tidak terlalu membanjiri pasaran," katanya.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi upaya Pemkab Kediri, yang gencar memberi perhatian lebih kepada UMKM.
Terpisah, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menambahkan, pihaknya juga telah membantu perluasan produk UMKM. Termasuk pada Musim Haji Tahun 2024, ikut menyediakan bekal Sambal Pecel dan Abon Lele khas Kabupaten Kediri, yang diproduksi UMKM lokal.
"Sambal Pecel khas Kediri ini bukan hanya dibawa sebagai bekal saja, tapi hal itu sebagai cara agar produk kebanggaan masyarakat tersebut juga dapat dikenal luas di Tanah Suci," katanya.
Lebih lanjut, Bupati Kediri, Hanindhito optimis, dengan beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang sekarang telah dilengkapi Pusat Oleh-oleh khas Kediri, bernama Monggo Pinarak, dan memperdagangkan beragam produk UMKM itu, bisa membantu masyarakat menjadi Tuan Rumah di Negeri sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....