Ragam Motif Tumpar yang Menunjukkan Spirit Suku Dayak Benuaq

  • 25 Mar 2024 21:35 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memiliki banyak kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya kerajinan tangan sulam tumpar yang merupakan kerajinan asli etnis Benuaq, suku Dayak asli yang mendiami wilayah tersebut.

Tumpar sendiri merupakan kerajinan bordir tradisional suku Etnis Dayak Benuaq yang telah di wariskan dari generasi ke generasi dan sampai saat ini masih terus dipertahankan.

Sulam Tumpar biasanya di aplikasikan pada bahan kain untuk dijadikan pakaian, seperti ulap (rok Dayak), baju, tas dan lain sebagainya. Dibuat dengan bahan utamanya Jarum, benang sasar, dan senang sulam warna-warni, secara manual menggunakan tangan.

Arsiah, salah satu pengrajin Sulam Tumpar di Kutai Barat mengatakan, proses pembuatan sulam tumpar bisa memakan waktu satu sampai dua minggu.Tergantung produk yang di hasilkan.

Misalnya untuk pembuatan ulap tentu lebih lama karena membutuhkan media yang besar untuk menyulam. Berbeda dengan pembuatan tas, baju dan lainnya berbahan dasar lebih kecil.

”Ukurannya bermacam-macam. Kalau dia kecil, bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu, yang sedang seperti baju bisa dua minggu. Intinya tergatung ukurannya, bahkan yang ukuran mini bisa kita selesaikan dalam waktu tiga hari aja,” kata Arsiah kepada RRI, Senin (25/03/2024)


Arsiah sedang menunjuk hasil karya sulam tumpar di tokonya, Jalan Cut Nyak Meutiah, Keluarahan Barong Tongkok kabupaten Kutai Barat (25/3/2024). Foto: rri.co.id/Sendawar/Melky Malis.

Salah satunya di Kios Arsiah Jempang, yang beralamat di Jl. Cut Nyak Meutia, atau persis di depan Sekolah Dasar (SD) 01 Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok.

Pembuatan Ulap Tumpar, bisa bermacam motif ukiran has dayak, yang di maksudkan agar terlihat memiliki desain penuh warna memberikan kesan warna yang ceria dan optimis.

“Kalau zaman dulu hanya memggunakan gambar ayam, ikan, naga samapai akar lurut. Sekarang, dengan kemajuan jaman pembuatan ulap tumpar tentu berkembang, terutama dari segi motif dan warna,” jelasnya.

Diketahui, Sulam tumpar dikenal dengan desain yang unik dan rumit, terinspirasi dari alam dan cerita rakyat setempat. Motif-motif yang digunakan dalam sulam tumpar sangat beragam dan dapat bervariasi tergantung pada perajin dan tujuan sulaman tersebut.

Sejumlah motif yang terkenal termasuk burung Enggang, Ayam Hutan, Anggrek Hutan, dan Ukiran Khas Dayak. Warna benang warna-warni mencerminkan spirit masyarakat Suku Dayak Benuaq.

Sampai kini terdapat sekitar 25 motif sulam tumpar di Kabupaten Kutai Barat, dan 10 di antaranya sudah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dianugerahkan pada awal tahun 2023.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....