Cahaya Bakery Roti Kaki Lima Rasa Bintang Lima
- 31 Jan 2024 12:52 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Jika suatu saat anda melalui Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, sekali-sekali coba arahkan pandangan anda ke arah KUA Telanaipura atau Puskesmas Simpang IV Sipin. Bila anda penyuka roti, anda bisa mampir sejenak ke Cahaya Bakery. Memang bukan toko roti mewah atau toko roti berkelas sebagaimana yang sering dikunjungi orang-orang berduit, tapi hanya penjaja roti keliling yang yang sehari-hari mangkal di tempat tersebut.
Tapi jangan salah, meski hanya roti kaki lima, soal rasa tidak kalah dengan roti bintang lima. Penjualnya bernama Kasmadi, seorang pria paruh baya asal Sarolangun. Sudah hampir sepuluh tahun lebih ia dan istrinya menggeluti usaha roti dan menjajakannya bersama istri dan dua anaknya. Dulunya ia bekerja pada orang lain, namun setelah ia punya modal sendiri dari hasil tabungannya bekerja, ia pun resign dan memutuskan membuka usaha sendiri. Istrinya membuka usahanya di rumah di Simpang Rimbo, sementara ia dan kedua anaknya menjajakannya berkeliling. Salah satu tempat mangkalnya mulai pagi sampai siang di depan Puskemas Simpang IV Sipin.
Tempat ini dipilihnya karena hampir tiap hari suasananya ramai, banyak orang berkunjung untuk berobat. "Biaso kalu pagi ramai pembeli, orang-orang yang berobat sinilah yang beli. Mungkin be dari rumahnyo belum sarapan, antrian jugo ramai kalu berobat pagi. Sambil nunggu panggilan, banyak yang beli roti buat sarapan", ujarnya dalam bahasa daerah dalam percakapannya sehari-hari.
Bermacam-macam roti ukuran sedang dijualnya, diantaranya : roti odading, roti sisir, roti panada, roti ganjel rel, roti gembong gembul, dan lain-lain. Berbagai varian rasa tersedia, ada rasa coklat, keju, vanila, sirsak, kacang, kelapa, dan lain-lain. Soal harga tidak akan memberatkan kantong, hanya dibandrol 6 ribu rupiah per buah. Dalam sehari ia sekeluarga bisa memperoleh omset lebih kurang 600 sampai 700 ribu rupiah.
"Alhamdulillah, jadilah untung-untung dikit, biso buat makan hari-hari, ado jugo disimpan siso beli bahan", ucapnya bersyukur. Kalau hari mulai siang, Kasmadi pun pindah berjualan ke tempat lainnya. Biasanya lepas tengah hari ia jualan di SPBU Nusa Indah dan SPBU Simpang Rimbo. Sebelum itu jelang Dzuhur kadang ia mangkal di Masjid Araudho sambil menunggu sholat dzuhur. "Adolah jamaah yang makan roti dulu jelang sholat. Kadang selesai sholat ado jugo yang beli", imbuhnya. Ia pun berharap lebih banyak lagi masyarakat yang menyukai roti dagangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....