Menteri UMKM Bidik Transaksi Rp8 Triliun di Jakarta Fair 2026
- 15 Jun 2026 10:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar Asia Tenggara, Jakarta Fair memasuki penyelenggaraan ke-57 tahun
- Pemerintah juga menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri secara berkelanjutan
- Pemerintah memperluas akses pembiayaan, kemitraan usaha, rantai pasok, dan akses pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman membidik atau menargetkan transaksi sebesar Rp8 triliun pada Jakarta Fair 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi transaksi Jakarta Fair tahun 2025 yang mencapai Rp7,3 triliun.
Menteri Maman membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di JIExpo Kemayoran. Ia hadir mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam pembukaan pameran tahunan tersebut.
Menurut Maman, Jakarta Fair merupakan tradisi tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ajang tersebut mempertemukan pelaku usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam ekosistem ekonomi yang produktif.
Menteri Maman mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, dan seluruh pihak penyelenggara kegiatan. Ia menilai Jakarta Fair menjadi momentum penting bagi pengusaha UMKM mengembangkan usaha dan kapasitas bisnis.
"Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan usaha. Selain itu, meningkatkan kapasitas bisnisnya," ujar Menteri Maman saat memberikan sambutan pada pembukaan Jakarta Fair, Kamis, 11 November 2026.
Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha nasional.
Dari jumlah peserta tersebut, sekitar 45 persen merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kehadiran UMKM menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan pameran multiproduk terbesar tersebut.
Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar Asia Tenggara, Jakarta Fair memasuki penyelenggaraan ke-57 tahun. Ajang tersebut menjadi etalase produk dalam negeri sekaligus sarana promosi efektif bagi pelaku UMKM.
Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang selama pelaksanaan pameran. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 5,9 juta pengunjung.
Menteri Maman menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan pentingnya Jakarta Fair bagi produk nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu memperkuat daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar lebih luas.
"Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM," kata Maman. Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung memperluas promosi produk dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas.
Ia mengatakan pemerintah terus mendukung Jakarta Fair sebagai bagian pemberdayaan dan penguatan sektor UMKM. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional secara berkelanjutan.
Pemerintah menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui platform SAPA UMKM dan kemudahan sertifikasi produk. Selain itu, pemerintah memperluas akses pembiayaan, kemitraan usaha, rantai pasok, dan akses pasar.
Pemerintah juga menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar domestik dan global.
"Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Khususnya kepada para pengusaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ujar Maman.
Pada kesempatan sama, Pramono Anung mengatakan Jakarta Fair menjadi bagian persiapan menyambut lima abad Jakarta. Perayaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun depan sebagai momentum penting bagi ibu kota.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai layanan publik.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat sistem transportasi yang semakin baik bagi warga.
"Mudah-mudahan Jakarta Fair Kemayoran 2026 semakin diminati masyarakat, baik dari Jakarta maupun daerah lainnya. Sehingga mampu mencetak transaksi hingga Rp8 triliun dan menarik lebih dari enam juta pengunjung," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....