Tas Selempang Tenun Baduy Jadi Daya Tarik

  • 08 Feb 2026 14:10 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Produk tas selempang berbahan Tenun Baduy menjadi salah satu daya tarik pengunjung pada pentas budaya, hiburan, dan pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di KP3B Provinsi Banten, Sabtu 7 Februari 2026. Produk tersebut dihadirkan oleh brand OC Indonesia sebagai bagian dari pengembangan aksesori fashion berbasis wastra lokal.

Owner OC Indonesia, Oa Mudokir, mengatakan tas selempang dipilih karena memiliki fungsi praktis dan dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, tas selempang banyak digunakan untuk aktivitas harian sehingga dinilai efektif sebagai media pengenalan budaya lokal. “Tas selempang itu dipakai hampir semua kalangan, jadi saya ingin budaya bisa hadir di keseharian,” katanya saat dialog bersama Studio Mini RRI Banten.

Oa Mudokir menjelaskan, Tenun Baduy dipilih sebagai material utama karena memiliki karakter kuat dan nilai filosofi yang sejalan dengan konsep brand yang diusung. Ia menilai kesederhanaan dan keaslian tenun tersebut mampu memberikan identitas tersendiri pada produk. “Tenun Baduy itu sederhana, jujur, dan punya karakter yang tidak dimiliki kain lain,” ujarnya.

Dalam proses perancangannya, tas selempang OC Indonesia dikombinasikan dengan desain modern agar tetap fungsional tanpa menghilangkan unsur tradisional. OA menyebut desain dibuat fleksibel sehingga dapat digunakan oleh pria maupun perempuan. “Saya buat desainnya netral, bisa dipakai siapa saja dan di berbagai aktivitas,” ucapnya.

Selain mengedepankan desain, Oa Mudokir juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam produksi tas selempang. Ia memanfaatkan sisa potongan kain dari koleksi busana untuk dijadikan detail pada tas, sehingga meminimalkan limbah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan. “Sisa kain tidak kami buang, tapi kami olah kembali supaya punya nilai tambah,” katanya.

Kehadiran tas selempang Tenun Baduy OC Indonesia di pameran UMKM HPN 2026 mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak pengunjung tertarik dengan perpaduan fungsi modern dan nilai budaya yang dihadirkan dalam satu produk. Oa Mudokir menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus mendengar langsung masukan konsumen. “Interaksi langsung seperti ini penting untuk pengembangan produk ke depan,” ujarnya.

Oa Mudokir berharap tas selempang Tenun Baduy dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih mengenal wastra Banten. Ia optimistis produk aksesori berbasis budaya lokal memiliki peluang berkembang luas jika dikemas sesuai kebutuhan pasar. “Selama konsisten dan terus berinovasi, produk lokal bisa bersaing,” katanya.

Rekomendasi Berita