Pelestarian Tenun Tolaki Lewat UMKM
- 13 Apr 2023 23:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Kendari: Jiwa estetika penenun akan menentukan hasil dari tenunan itu sendiri. Itulah salah satu kemampuan yang dimiliki Ice (47) seorang pelaku UMKM di Kelurahan Gunung Jati, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Ia melestarikan tradisi setempat dengan melakukan pekerjaannya sebagai penenun. Ice menenun kain Tolaki motif Kendari dengan waktu tujuh hari dan pembuatan berdasarkan sesuai pesanan dari pelanggan.
“Harga kain ini mulai dari Rp500.000 dengan panjang empat meter, namanya tenun Tolaki motif Kendari. Untuk warna sesuai selera pemesan saja, motifnya juga sesuai pemesanan,” katanya.
Bagian paling sulit saat menenun menurutnya adalah menghani. Yaitu proses memilah helaian benang-benang untuk menjadi lungsi yang diletakkan pada alat hani.
“Setelah menghani kesulitannya yaitu membuat motif. Karena untuk menghani saja itu perlu waktu tiga jam sendiri,” katanya.
Alat untuk menenun yang digunakan Ice masih dengan cara tradisional. Membutuhkan lima lusin benang untuk membuat kain tenun sepanjang empat meter dengan lebar 70 sentimeter.
Semangat Ice dalam menenun juga ditularkan kepada tetangganya. Kelompoknya yang terdiri dari tujuh orang memproduksi kain tenun tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....