Kementerian UMKM Percepat Transformasi Usaha Mikro di Trenggalek
- 05 Mei 2025 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian UMKM menggelar Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang ke-2 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Acara ini sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi usaha mikro dari sektor informal ke sektor formal melalui kolaborasi lintas K/L, pemerintah daerah dan swasta.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Atas hal itu pemerintah terus mendorong kemudahan legalisasi dan sertifikasi usaha agar UMKM semakin produktif dan berdaya saing.
“Pemerintah terus meningkatkan produktivitas usaha mikro secara nasional melalui fasilitas kemudahan untuk mendapatkan legalisasi dan sertifikasi usaha. Inilah urgensi diselenggarakannya Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, sebagaimana amanat PP 7 Tahun 2021,” ujar Riza, Senin (5/5/2025).
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek memiliki 143.975 usaha mikro. Namun, baru 25.800 usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS hingga tahun 2024.
Legalitas usaha disebutnya sangatlah penting karena telah menjadi syarat bagi UMKM untuk mengakses berbagai dukungan. Termasuk fasilitas pembiayaan murah, pendampingan dan pelatihan, serta pengembangan pasar.
Ajang Festival Kemudahan dan pelindungan Usaha mikro kali ini melibatkan 1.200 usaha mikro di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Peserta akan memperoleh 19 fasilitasi layanan dan pendampingan bagi UMKM.
Yakni mendapatkan NIB, Sertifikat Halal, PIRT, Merek/HKI, aduransi mikro. Lalu juga layanan permodalan dan layanan bantuan serta pendampingan hukum.
"Pemerintah juga mendorong adanya klasterisasi usaha mikro untuk meningkatkan skala ekonomi dan produktivitas usaha mikro. Melalui klaster, peluang kemitraan dengan usaha yang lebih besar dan akses pasar yang lebih luas akan semakin terbuka," kata Riza.
Riza menambahkan, Kementerian UMKM akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk menggulirkan berbagai program strategis. "Termasuk penyaluran KUR ke sektor produksi, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta terlibat pembangunan 3 juta unit perumahan rakyat,” ujar Riza.
Sementara, Bupati Trenggalek Mochamad Nurul Arifin mengatakan, ajang Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro diharapkan bisa menjadi momen kebangkitan UMKM. Menurutnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, pihaknya akan mendorong aparat terkait untuk menjemput bola memberikan izin usaha.
"Pada tahun lalu, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi daerah, kami telah menerbitkan 11 ribu perizinan atau setara dengan Rp580 miliar. Maka dengan adanya ajang ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat di tahun 2025," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....