Pancake Durian Shavira, Manisnya Peluang Bisnis Lokal

  • 21 Feb 2025 14:59 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Pancake Durian Shavira, salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di Banda Aceh, berhasil membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Bermula dari inspirasi saat mengunjungi Kota Medan, Owner Pancake Durian Shavira, Sardina, melihat potensi bisnis kuliner khas durian yang belum banyak digarap di Aceh.

"Awalnya, kami melihat pancake durian di Medan saat menghadiri acara wisuda anak. Dari situ terpikir bahwa di Banda Aceh belum ada yang memproduksi makanan seperti ini. Karena banyak orang Aceh yang suka durian, kami mencoba belajar dan mulai memproduksi sendiri," ungkap Sardina dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Senin (17/2/2025).

Berbekal pelatihan singkat dari kenalan suaminya yang ahli dalam pembuatan pancake durian di Medan, Sardina mulai memproduksi secara mandiri yang outletnya berada di Kawasan Kuta Alam, Banda Aceh. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kesulitan dalam membuat kulit pancake yang tipis dan rapuh, mereka terus melakukan inovasi hingga mencapai kualitas yang layak dipasarkan.

"Awalnya sulit, banyak kegagalan dalam mencoba membuat kulit pancake yang tipis dan tidak mudah sobek. Setelah seminggu mencoba, akhirnya kami bisa membuat produk yang layak jual," kata Sardina.

Usaha ini dimulai dari produksi dalam jumlah kecil yang dipasarkan secara lokal ke tetangga dan swalayan di Banda Aceh. Respon positif dari konsumen mendorong Pancake Durian Shavira untuk terus berkembang. Saat ini, mereka mampu memproduksi hingga 2 kilogram durian per hari yang diolah menjadi 25 hingga 30 potong pancake per kilogramnya.

Seperti UMKM lainnya, Pancake Durian Shavira menghadapi tantangan dalam ketersediaan bahan baku. Sardina mengungkapkan bahwa durian di Aceh tidak selalu tersedia sepanjang tahun, sehingga harus mengandalkan pasokan dari Medan. Namun, risiko mendapatkan durian berkualitas rendah menjadi perhatian tersendiri.

"Kami harus berhati-hati dalam memilih pemasok durian di Medan. Jika tidak jeli, bisa saja yang dikirim bukan durian asli, melainkan bubur durian yang kualitasnya tidak bagus," jelasnya.

Fluktuasi harga durian juga berdampak pada produksi. Ketika kualitas durian tidak sesuai standar, Sardina memilih untuk tidak memproduksi pancake agar konsumen tidak kecewa.

"Kalau durian lagi tidak manis atau kurang bagus, kami lebih baik tidak produksi daripada mengecewakan konsumen," ujarnya.

Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kuat dengan munculnya produk serupa, Pancake Durian Shavira mengutamakan kualitas dan rasa yang konsisten. Selain itu, strategi pemasaran dengan menempatkan produk di berbagai swalayan di Banda Aceh membantu meningkatkan brand awareness.

"Kami menjaga kualitas dan rasa. Alhamdulillah, sekarang Pancake Durian Shavira sudah dikenal dan punya pelanggan setia. Kami juga bekerja sama dengan reseller untuk memperluas jangkauan pasar," kata Sardina.

Meskipun persaingan pasar semakin ketat, Pancake Durian Shavira memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar ke luar Aceh. Namun, masalah daya tahan produk menjadi kendala utama dalam pengiriman jarak jauh.

"Pancake durian ini tidak tahan lama dan cepat asam, jadi pengiriman ke luar Aceh cukup sulit. Kami hanya bisa kirim dalam jumlah besar untuk menjaga kualitas," beber Sardina.

Sebagai pelaku UMKM, Sardina berharap ada dukungan lebih dari pemerintah, terutama dalam hal pendanaan untuk memperkuat modal usaha dan memperluas stok bahan baku.

"Kami sering terkendala dana untuk stok durian ketika kualitas sedang bagus. Dukungan dana dari pemerintah sangat dibutuhkan agar UMKM seperti kami bisa terus berkembang," harapnya.

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....