Bahan Baku Terus Berkurang, Produksi Upia Karanji Terancam

  • 16 Feb 2025 15:00 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Produksi upiya ilamango atau songkok khas Gorontalo terancam terhenti akibat terus berkurangnya tanaman mintu dan rotan yang menjadi bahan baku utama. Kondisi ini membuat para pengrajin dan pelaku usaha mulai kesulitan dalam memperoleh bahan utama pembuatan songkok yang lebih dikenal dengan sebutan upiya karanji tersebut.

Syamsul Rahim, salah seorang pelaku usaha upiya ilamango mengatakan, berkurangnya bahan baku ini menjadi tantangan besar bagi mereka yang sampai saat ini menggantungkan hidup dari kerajinan tersebut. Sebagai solusi, mereka mulai merencanakan untuk membudidayakan tanaman mintu dan rotan di pekarangan rumah masing-masing.

Dengan langkah kolektif untuk membudidayakan bahan baku di tingkat rumah tangga, para pelaku usaha berharap upiya ilamango bisa terus diproduksi dan menjadi simbol budaya yang terus dikenal di luar Gorontalo.

“Bahan baku pembuatan upia karanji saat ini memang terus berkurang. Karena itu kami sudah mulai memikirkan bagaimana kalau bahan baku ini kita tanam di pekarangan atau seperti apa, sehingga masalah ini tidak lebih berkepanjangan kedepan,” kata Syamsul, Minggu (16/02/2025).

Syamsul menambahkan, meskipun tantangan bahan baku terus menghadang, prospek penjualan upiya ilamango masih sangat menjanjikan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Banyak masyarakat yang tertarik memiliki upiya ilamango untuk berbagai acara adat dan budaya.

“Pemerintah memang tidak memberikan bantuan secara langsung kepada para pelaku usaha, tapi pemerintah memberikan dukungan berupa imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memiliki upiya karanji. Cara pemerintah ini membuat produk-produk upia karanji menjadi terjual,” tandasnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....