Puthuk Kreweng Wisata Alam Buatan di Bojonegoro
- 02 Agt 2024 18:08 WIB
- Tuban
KBRN,Tuban: Puthuk Kreweng, sebuah objek wisata alam buatan yang dikelola oleh LMDH Wono Langgeng dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bumi Rahayu, terletak di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Dahulu, lokasi ini dikenal sebagai kawasan tanjakan untuk bermain motor trail oleh para crosser. Berkat inisiatif Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu, yang menghibahkan gajinya selama satu periode serta uang pribadinya, Puthuk Kreweng kini telah berkembang menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik.(2/8/2024)
Seiring dengan perkembangan zaman, Puthuk Kreweng telah menerapkan sistem pembayaran retribusi non-tunai menggunakan QRIS. Langkah inovatif ini diambil untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi objek wisata. Yuntik Rahayu menjelaskan bahwa setiap pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 untuk memasuki area wisata, dan kini pembayaran dapat dilakukan secara cashless melalui kode QR yang terintegrasi, sehingga mempermudah proses bagi pengunjung maupun pengelola.
Proses pembangunan Puthuk Kreweng tidak tanpa tantangan. Pengelola sempat menghadapi masalah longsor yang disebabkan oleh tekstur tanah yang gembur dan meluapnya air sungai. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan bronjong di area wisata serta penanaman pohon mojo, trembesi, dan tanaman hias sebagai langkah preventif. "Kami berharap tindakan ini dapat mencegah terjadinya longsor di masa mendatang, terutama saat musim hujan," tambah Kepala Desa.
Sejak diresmikan pada tahun 2021, Puthuk Kreweng aktif melakukan promosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube. Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata alam buatan ini ke masyarakat luas, tidak hanya di Bojonegoro, tetapi juga di luar daerah. Fasilitas yang ditawarkan pun beragam, termasuk sirkuit trail, ATV, flying fox, kereta anak-anak, pendopo, kafe, gazebo, taman bunga, dan kolam renang.
Puthuk Kreweng juga memberikan kontribusi pada perekonomian lokal dengan memungkinkan beberapa kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa, untuk menjual kuliner rica-rica dan kerajinan topeng ganong. Yuntik Rahayu sebagai Kades mengungkapkan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfungsi meningkatkan daya tarik wisata tetapi juga berperan dalam meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....