Jangan Abaikan! Makanan Tinggi Minyak Picu Penyakit Serius
- 24 Apr 2025 12:49 WIB
- Tuban
KBRN Tuban: Makanan tinggi minyak, seperti gorengan dan makanan cepat saji, memang memiliki cita rasa menggoda. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, makanan jenis ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Para ahli gizi memperingatkan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan fungsi organ vital.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, konsumsi lemak masyarakat Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan tren konsumsi makanan instan dan gorengan yang menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda dan pekerja kantoran. “Jika dikonsumsi tanpa kontrol, makanan berminyak dapat memicu penumpukan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Efek jangka panjang dari konsumsi lemak berlebih tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga pada sistem kardiovaskular. Penumpukan lemak di pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan arteri yang berujung pada serangan jantung atau stroke. Selain itu, minyak yang digunakan berulang kali dalam proses menggoreng juga dapat mengandung senyawa berbahaya seperti akrolein yang bersifat karsinogenik.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan berminyak dan menggantinya dengan menu rebus, kukus, atau panggang. Menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih juga sangat disarankan.
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga terus mengampanyekan gaya hidup sehat dan sadar gizi di berbagai kesempatan, termasuk melalui penyuluhan di sekolah dan tempat kerja. Harapannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan demi menjaga kualitas hidup jangka panjang.