Suporter Kembali ke Stadion, Masfuk Minta Suporter Lebih Dewasa

  • 10 Sep 2026 13:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kembalinya suporter ke tribun Stadion Surajaya Lamongan pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 diharapkan menjadi momentum bagi pendukung Persela Lamongan untuk menunjukkan sikap yang lebih dewasa dalam memberikan dukungan. Harapan tersebut disampaikan salah satu figur penting dalam perjalanan Persela Lamongan, Masfuk. Menurutnya, kehadiran suporter bukan sekadar pelengkap pertandingan, tetapi menjadi bagian penting yang turut menentukan atmosfer dan semangat tim saat berlaga.

Musim ini menjadi momen penting bagi Persela dan suporternya. Setelah menjalani larangan kehadiran suporter selama satu musim penuh pada musim sebelumnya sebagai buntut kerusuhan di Tuban pada kompetisi 2024/2025, Persela kembali dapat menggelar laga kandang dengan dukungan langsung dari tribun.

Masfuk menegaskan, perbedaan kelompok maupun cara memberikan dukungan tidak seharusnya menghilangkan satu tujuan utama, yakni membela Persela Lamongan. "Suporter itu boleh lah mau berbeda-beda dalam satu naungan. Tapi ketika itu membela Persela, maka itu rohnya harus sama. Roh sama itu, pada waktu menang dan pada waktu kalah, itu harus tetap memberikan semangat," kata Masfuk, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, dukungan suporter memiliki pengaruh besar terhadap aspek nonteknis permainan. Gemuruh tribun dan dukungan tanpa henti diyakini mampu menjadi energi tambahan bagi pemain untuk tampil maksimal sepanjang pertandingan. "Karena suporter itu salah satu bahan bakar dalam suatu tim. Pemain bisa semangat dengan adanya suporter yang gegap gempita, yang tidak pernah lelah memberikan dukungan," ujarnya.

Masfuk juga menilai suporter dapat menjadi sumber motivasi ketika tim mengalami penurunan semangat di tengah pertandingan. Dalam situasi pertandingan yang sulit, dukungan dari tribun dapat membantu pemain kembali bangkit dan menjaga fokus hingga laga berakhir.

"Kemudian tim yang kadangkala di perjalanan pertandingan itu menghadapi kelesuan, itu juga bisa diberikan semangat oleh suporter. Maka itu suporter menjadi faktor utama juga di lapangan," ujarnya.

Namun, Masfuk mengingatkan bahwa dukungan harus tetap diberikan secara sportif, termasuk ketika Persela gagal meraih hasil sesuai harapan. Kekalahan, menurutnya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola dan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis. "Maka dari itu, suporter harus punya sikap bahwa menang ataupun kalah, itu kita harus konsisten memberikan semangatnya," tuturnya.

Pria yang pernah menjabat Bupati Lamongan selama dua periode, 2000-2010, itu berharap pengalaman sanksi larangan suporter selama satu musim dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Ia mengajak seluruh elemen pendukung Persela menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Karena namanya pertandingan, itu bisa kalah bisa menang. Iya kan? Nah, itulah pentingnya kesadaran bersama teman-teman suporter untuk melakukan satu keutuhan hati ya, kesamaan pikiran, dan menyatukan semangat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....