Bima Sakti Kembali Dipercaya Nahkodai Persela Lamongan Musim Depan

  • 11 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Persela Lamongan perpanjang jasa Bima Sakti sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 Laskar Joko Tingkir julukan Persela akan melanjutkan kerja sama dengan pelatih berusia 50 tahun tersebut setelah bergabung dengan tim pada paruh musim lalu.

Bima Sakti mengaku bersyukur dapat kembali dipercaya memimpin Persela, proses perpanjangan kontrak sendiri berlangsung cukup panjang karena di saat yang sama terdapat beberapa tawaran dari klub lain.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia kelompok umur itu memilih bertahan di Lamongan. Salah satu alasannya karena sudah memahami karakter tim setelah mendampingi Persela selama kurang lebih empat bulan pada musim lalu.

“Pertama saya bersyukur bisa memperpanjang kontrak lagi di Persela. Prosesnya juga cukup panjang. Terus terang ada beberapa tawaran dari tim lain, tetapi saya prioritaskan untuk tetap di Persela karena selama kurang lebih empat bulan bersama tim ini, saya sudah memahami karakter Persela,” katanya, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Bima, keputusan bertahan juga dipengaruhi oleh kedekatannya dengan para pemain, masyarakat Lamongan, serta dukungan yang diberikan seluruh elemen klub.

Ia menilai manajemen menunjukkan keseriusan dalam membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi musim baru. Selain itu, perhatian pemerintah daerah terhadap Persela juga menjadi nilai tambah dalam proses pembentukan tim.

“Saya sudah bersosialisasi dengan masyarakat di Lamongan, kemudian dengan pemain-pemain yang musim lalu bersama Persela. Saya juga melihat keseriusan manajemen untuk membangun tim di kompetisi 2026/2027. Kita bisa memulai lebih awal, kemudian perhatian dari Pak Bupati sangat besar untuk Persela, didukung pengurus, manajemen, dan tentu saja suporter. Itu menjadi alasan saya memilih tetap di Persela,” ujarnya.

Bima juga mengenang kondisi Persela saat dirinya pertama kali datang ke Lamongan pada musim lalu. Saat itu, tim tengah berada dalam situasi sulit akibat hasil pertandingan yang kurang memuaskan dan berbagai dinamika internal.

“Saat itu kondisi tim bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Mental pemain sedang turun setelah hasil yang kurang bagus, kemudian ada beberapa pemain pilar yang pergi dan banyak dinamika yang terjadi di internal manajemen,” tuturnya.

Namun, dukungan penuh dari manajemen baru dan respons positif para pemain membuat proses pembenahan tim berjalan lebih baik. Bima menilai kekuatan utama Persela bukan hanya berada pada sosok pelatih, melainkan soliditas seluruh unsur klub.

“Saya bersyukur manajemen memberikan dukungan yang luar biasa. Pemain juga menerima kehadiran saya dengan sangat baik. Yang paling penting bukan hanya saya, tetapi soliditas manajemen dan pemain. Mereka mau berjuang untuk Persela sehingga kami bisa tetap bertahan di Liga 2,” jelasnya.

Dengan kepastian bertahannya Bima Sakti, Persela kini memiliki kesempatan untuk mempersiapkan tim lebih awal menghadapi musim 2026/2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Laskar Joko Tingkir dalam upaya meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....