Gresik United Kalah Tipis 0-1 Lawan Persekabpas Pasuruan

  • 08 Jan 2026 19:37 WIB
  •  Tuban

KBRN, Gresik: Gresik United harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persekabpas Pasuruan pada lanjutan Liga 3 Nusantara yang digelar di Lapangan Pasiran, Surabaya, Kamis (8/1/2026). Hasil ini membuat peluang Laskar Joko Samudro untuk melaju ke fase berikutnya semakin menipis.

Gol tungg al Persekabpas dicetak oleh Muntasir lewat tendangan penalti setelah salah satu bek Gresik terkena handsball. Hujan deras yang mengguyur sepanjang pertandingan membuat jalannya pertandingan kurang berkembang bahkan berjalan sedikit kasar dan membuat emosi pemain memuncak.

Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, menilai anak asuhnya sebenarnya sudah memahami cara bermain lawan sejak awal laga. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang serta sejumlah keputusan wasit menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan.

“Dari menit awal sampai babak pertama sebenarnya kita sudah paham cara main Persekabpas. Tapi di awal babak kedua kita kecolongan. Setelah itu kita coba berubah, hanya saja peluang yang ada tidak bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai kurang konsisten dan berdampak pada kondisi mental pemain. Menurutnya, beberapa pelanggaran lawan tidak mendapatkan peringatan yang semestinya.

“Ada beberapa momen yang seharusnya pelanggaran tapi tidak diberikan, sehingga pemain menjadi emosi. Akhirnya kita harus bermain dengan 10 orang,” katanya.

Meski peluang lolos semakin berat, Andik menegaskan timnya tidak akan menyerah. Ia memastikan Gresik United akan memaksimalkan empat pertandingan tersisa dengan target meraih kemenangan di setiap laga.

“Kami sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim sendiri. Di empat match terakhir ini kami akan berusaha semaksimal mungkin, meminimalisir kesalahan dan memanfaatkan kelebihan pemain. Targetnya tentu sapu bersih kemenangan,” tegas Andik.

Pemain Gresik United, Wahyu Agong menyoroti faktor cuaca yang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Kondisi lapangan yang tergenang air membuat aliran bola tidak berjalan optimal, terutama saat Gresik United berupaya membangun serangan di babak pertama.

“Cuaca sangat berpengaruh. Di babak pertama kita lebih banyak menyerang, tapi bola sering macet karena banjir. Itu menyulitkan kami untuk memanfaatkan peluang, terutama lewat umpan-umpan terobosan karena bola sering berhenti,” jelasnya.

Ia memberikan pesan kepada seluruh rekan satu timnya untuk tetap fokus dan menjaga mental dan memaksimalkan empat pertandingan tersisa.

“Kita akan saling support satu sama lain, menjaga mental satu sama lain. Yang terpenting sisa pertandingan harus kita jalani dengan baik dan memaksimalkan setiap poin yang ada,” tuturnya

Dengan kekalahan ini tak merubah posisi Laskar Joko Samudro yang tetap di peringkat 5 dengan 12 poin sedang Laskar Sakera di peringkat 2 dengan 20 poin. Usai lagai ini Wahyu dkk kembali akan dijadwalkan berlaga saat melawan Waanal Brothers pada tanggal 12 Januari mendatang.              

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....