Persatu Unggul 2-1 dari Nganjuk Ladang
- 07 Jan 2026 19:07 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Persatu Tuban kembali menjaga peluang bersaing di Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur setelah meraih kemenangan tipis atas Nganjuk Ladang. Bermain di Stadion Tuban Sport Center, Rabu (7/1/2026), tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu mengunci hasil akhir 2-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung ketat. Kedua kesebelasan memilih tampil menyerang dan saling menekan. Persatu mencoba membongkar pertahanan lawan melalui skema umpan langsung ke depan, sementara Nganjuk Ladang merespons dengan organisasi lini belakang yang rapi serta beberapa kali memanfaatkan jebakan offside.
Gol pertama dalam laga ini lahir menjelang akhir babak pertama. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tim tamu, Iryanto Wandik berhasil membawa Persatu Tuban unggul lebih dulu pada menit ke-38. Keunggulan tuan rumah tersebut sempat membakar semangat penonton yang hadir.
Namun, kelebihan satu gol itu tak bertahan lama. Nganjuk Ladang mampu membalas sebelum turun minum melalui sepakan Shodik Achmad Fatoni. Gol penyeimbang tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 saat kedua tim memasuki ruang ganti.
Pertandingan dipimpin oleh wasit Sugeng Rianto asal Jombang. Seiring berjalannya waktu, tensi laga meningkat. Sejumlah pelanggaran terjadi, salah satunya berujung kartu kuning untuk pemain Persatu Tuban bernomor punggung 82, Eka Yuda Pratama, pada menit ke-31.
Di sisi lain, Nganjuk Ladang juga melakukan pergantian pemain lebih awal demi menjaga intensitas permainan. Memasuki paruh kedua, tim tamu tampil lebih berani menekan. Tekanan tersebut justru berujung petaka setelah salah satu pemain Nganjuk Ladang melakukan pelanggaran di area terlarang.
Persatu Tuban mendapatkan peluang emas melalui titik putih pada menit ke-50, namun eksekusi Wandik belum mampu mengubah kedudukan. Setelah kegagalan penalti itu, Persatu melakukan sejumlah rotasi pemain. Perubahan tersebut perlahan menghidupkan kembali agresivitas serangan tuan rumah.
Upaya yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-70, ketika Egik Apriansyah sukses mencetak gol kedua Persatu Tuban dan membawa timnya kembali unggul.
Sisa waktu pertandingan diwarnai permainan keras dan beberapa kartu kuning dari kedua kubu. Nganjuk Ladang mencoba mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir, tetapi solidnya pertahanan Persatu membuat skor 2-1 bertahan sampai wasit meniup peluit panjang, termasuk tambahan waktu dua menit.
Pelatih Nganjuk Ladang, Moch. Hasan, mengakui keunggulan lawan. Menurutnya, timnya cukup mampu mengontrol permainan, namun kesalahan di sektor belakang menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Persatu. Ia juga menyinggung keterbatasan waktu dalam proses pembentukan tim serta absennya beberapa pemain kunci.
Di kubu sebaliknya, pelatih Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengungkapkan rasa syukur atas raihan tiga poin. Ia menilai pertandingan tidak berjalan mudah dan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, terutama dalam koordinasi lini tengah dan pertahanan.
“Kami harus tetap kompak meski pilihan pemain terbatas. Laga berikutnya melawan Pasuruan United jelas tidak ringan, karena mereka memiliki kualitas dan pemain-pemain berbahaya,” kata Slamet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....