Persebata Lembata Tumbangkan 10 Pemain Gresik United 0-2

  • 12 Des 2025 19:45 WIB
  •  Tuban

KBRN, Gresik: Gresik United harus mengakui keunggulan Persebata Lembata dalam laga lanjutan Liga 3 Nusantara yang digelar di Lapangan Pasiran, Surabaya, Jumat (12/12/2025). Laskar Joko Samudro julukan Gresik United tumbang 0-2 setelah lawan mencetak dua gol melalui Baghi pada menit ke-26 dan Fandy Samby pada menit ke-66.

Pelatih Gresik United Andik Ardiansyah menilai timnya perlu melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait disiplin pemain maupun keputusan wasit.

“Dua match terakhir kami bermain dengan 10 pemain. Ini pekerjaan rumah buat kami. Kami akan evaluasi internal, termasuk minimnya support second line dan kebugaran pemain,” ujar Andik seusai pertandingan.

Ia juga menyoroti kartu merah yang diterima pemainnya pada laga ini. Menurutnya, keputusan tersebut terlalu berat dan memengaruhi emosi para pemain di lapangan.

“Harusnya menurut saya pribadi tidak harus kartu. Kepemimpinan tadi kurang fair. Banyak insiden yang memancing emosi pemain. Ini menjadi bahan perbaikan untuk Liga kita, apalagi Liga 3. Jangan sampai pemain menjadi korban, cedera, atau karier mereka habis karena keputusan pengadil,” tuturnya.

Meski kecewa, Andik tetap mengakui kualitas Persebata Lembata yang tampil lebih siap secara fisik dan mampu memanfaatkan celah permainan Gresik United.

“Kami fair mengakui kekalahan. Lawan memang bagus, fisik lebih siap, mereka cepat. Itu yang kurang kami antisipasi,” jelasnya.

Press conference post match bersama pelatih Gresik United Andik Ardiansyah (tengah) dan pemain Hafi Herlian (kanan) (Foto: Grup Whatsapp Liga Nusantara)

Pemain Gresik United Rafi Herlian Adinata turut menyampaikan kekecewaannya atas jalannya pertandingan. Mewakili rekan setimnya, Rafi menilai keputusan wasit dalam laga melawan Persebata Lembata membuat konsentrasi tim terganggu dan memengaruhi performa di lapangan.

“Di pertandingan hari ini mungkin teman-teman juga kehilangan satu pemain, jadi tenaganya lebih ekstra dikeluarkan. Termasuk kepemimpinan wasit juga bikin para pemain panas atau lebih emosional, akhirnya membuat pemain jadi nggak fokus 100%,” ujar Rafi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan. Rafi menilai penting bagi seluruh pemain untuk segera bangkit dan menatap laga berikutnya dengan lebih matang.

“Kami harus tetap fokus untuk pertandingan selanjutnya biar bisa nambah poin. Semua pemain komitmen buat bangkit,” katanya

Usai laga ini Laskar Joko Samudro kembali akan bertanding pada tanggal 16 Desember mendatang saat menantang Perseden Denpasar di Lapangan Thor, Surabaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....