Komisi II DPR RI Bersama BPN Sosialisasikan Progam Strategis Nasional
- 12 Agt 2024 17:31 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Komisi II DPR RI berkolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Jawa Timur beserta ATR/BPN Kabupaten Tuban selenggarakan kegiatan sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Ganang Anindito, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban Agung Triwibowo, serta perwakilan masyarakat dari seluruh Kecamatan se Kabupaten Tuban.
Komisi II DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memastikan kepemilikan tanah masyarakat Tuban melalui dokumentasi surat berharga, diantaranya minimal ada data peta bidang. Dan target bukti kepemilikan tersebut dapat dibuktikan melalui sertipikat.
"Agar masyarakat terlindungi kepemilikannya melalui sertipikat, biayanya pun sangat murah dengan PPN sebesar Rp 150 ribu, dari desa juga sudah sepakat biayanya hanya Rp 400 ribu," ujarnya, Senin (12/8/2024) di Hotel Mustika saat sosialisasi PTSL.
Selebihnya, kata Haeny akan ada proses tahapan dari BPN Tuban untuk menyelesaikan dan mewujudkan sertipikat secara terbuka melalui akun yang miliki oleh BPN, termasuk perkembangan dari kepengurusan sertipikat tersebut.
Apabila masyarakat mengalami sejumlah kendala terkait pertanahan, Haeny mengajak agar masyarakat dapat melaporkan ke kantor BPN Tuban secara langsung maupun secara online. "Silahkan melapor, BPN akan memberikan penjelasan secara rinci terkait pertanahan," ucapnya.
Sebagai wakil rakyat, Haeny mengatakan jika dirinya telah mensosialisasikan terkait aspek pelayanan dan transparansi di sejumlah institusi telah terlaksana dengan baik. Selain itu, era digital saat ini juga sudah memudahkan masyarakat dalam mengakses segala informasi.
Sementara itu, kepala ATR/BPN Kabupaten Tuban Yan Septedyas mengatakan, target progam PTSL tahun ini sebanyak 34.437, namun dikarenakan ada Automatic Adjustment (AA) atau pemblokiran, kini target tersebut menjadi 26.426.
"Capaian saat ini sudah mencapai 25.900, ya kira-kira tinggal 500 an sertipikat yang belum terselesaikan," ujarnya.
Dyas sapaan akrabnya itu bercerita, jika masyarakat sangat antusias dalam menyambut progam PTSL. Namun, realita di lapangan BPN Tuban kerap alami kendala akibat beberapa masyarakat sering lupa batasan tanahnya.
"Kadang tanah itu belinya sudah sangat lama, dan yang beli itu ayahnya. Sedangkan ayahnya sudah meninggal, akhirnya si anak tidak tahu batasan tanahnya karena tidak ada dokumen pendukung. Ini yang menjadi kendala," ucap Dyas.
Melalui kegiatan ini, harapannya kesadaran masyarakat dalam aspek pertanahan dapat semakin meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....