Lamongan Siapkan Roadmap Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Protein Daerah

  • 30 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis protein hewani. Tidak hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai lumbung padi, Lamongan kini menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan potensi peternakan melalui penyusunan peta jalan (roadmap) lumbung protein daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Pemkab Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), yang ditandai dengan peresmian tugu kerja sama dan program pengabdian masyarakat di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Rabu 30 September 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, penyusunan roadmap tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas potensi sektor peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada satu komoditas, tetapi mencakup berbagai jenis ternak yang berpotensi dikembangkan di Lamongan.

“Ini sebagai salah satu dukungan dan dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan yang akan menjadikan Lamongan sebagai lumbung ternak. Tidak hanya lumbung padi, tetapi juga lumbung protein, termasuk semua ternak yang ada di Lamongan,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Lamongan juga tengah memproses penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Peternak dan Peternakan. Regulasi ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam memberikan perlindungan, kepastian harga, serta pembinaan berkelanjutan bagi para peternak.

Yuhronur menjelaskan, melalui perda tersebut pemerintah akan mengatur berbagai aspek yang berkaitan dengan perlindungan peternak, termasuk mekanisme pasar dan peran pemerintah dalam mendukung keberlangsungan usaha peternakan. “Dengan adanya peraturan daerah ini, masyarakat, khususnya peternak, diharapkan mendapatkan perlindungan, kepastian harga, serta kepastian pembinaan,” katanya.

Dalam pengembangan roadmap tersebut, Desa Klagensrampat ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project peternakan unggas, khususnya itik atau bebek. Model pengembangan ini nantinya diharapkan dapat direplikasi ke desa-desa lain sehingga potensi peternakan Lamongan semakin berkembang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga periode tersebut, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menyatakan kesiapan pihak akademisi untuk mengawal pelaksanaan proyek percontohan selama dua tahun. Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait guna mempercepat pengembangan serta perluasan program.

Menurutnya, keberhasilan proyek percontohan di Klagensrampat dapat menjadi model pengembangan peternakan yang diterapkan di wilayah lain di Lamongan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat penerapan hasil pendampingan di tingkat masyarakat.

Lilik juga menyambut positif rencana Pemkab Lamongan menyusun Perda Perlindungan Peternak dan Peternakan. Ia menilai, keberadaan regulasi tersebut dapat menjadi instrumen untuk memberikan perlindungan kepada peternak melalui aturan yang dibahas di tingkat pemerintahan. “Bagus sekali, sehingga peternak terlindungi dengan adanya aturan yang akan dibahas di tingkat pemerintahan,” tuturnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Lamongan berharap pengembangan peternakan tidak hanya meningkatkan produksi protein hewani, tetapi juga memberikan kepastian dan keberlanjutan usaha bagi peternak. Dengan demikian, upaya mewujudkan Lamongan sebagai lumbung protein daerah dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....