Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram

  • 15 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Harga tembakau di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren positif di tengah puncak musim panen yang berlangsung hingga September 2026. Untuk tembakau varietas Jawa, harga daun tengah saat ini mencapai Rp. 47 ribu hingga Rp. 52 ribu per kilogram, memberikan angin segar bagi petani di tengah tantangan cuaca panas dan keterbatasan air.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan, harga tembakau saat ini relatif baik, terutama untuk daun dengan kualitas dan tingkat kemasakan yang sesuai. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik pada musim panen tahun ini.

“Harga tembakau saat ini cukup bagus, khususnya varietas Jawa dan Virginia. Daun tengah varietas Jawa berada di kisaran Rp47 ribu hingga Rp52 ribu, sedangkan varietas Virginia mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribu,” ujar Mugito, Selasa 15 September 2026.

Menurutnya, harga tembakau sangat dipengaruhi kualitas daun. Tembakau yang dipanen dalam kondisi kurang masak maupun daun yang telah berada pada posisi atas cenderung memiliki harga lebih rendah. Karena itu, petani diminta memperhatikan waktu panen agar kualitas daun tetap optimal.

Mugito menjelaskan, budidaya tembakau di Lamongan telah dimulai sejak akhir April hingga Mei 2026. Sentra tanaman tembakau tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring, dan Sukorame.

Hingga akhir September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Lamongan tercatat mencapai 9.213 hektare. Sementara musim panen telah berlangsung sejak Agustus dan kini memasuki puncaknya sebelum diperkirakan berakhir pada akhir September.

Di tengah capaian tersebut, petani masih menghadapi tantangan cuaca. Kondisi panas yang cukup ekstrem disertai keterbatasan air berdampak terhadap pertumbuhan tanaman di sejumlah wilayah. Bahkan, DKPP menemukan tanaman tembakau yang pertumbuhannya kerdil akibat kondisi tersebut.

“Memang kondisi cuaca tahun ini cukup panas dan ketersediaan air juga terbatas. Pada fase pertumbuhan, tembakau membutuhkan air yang cukup untuk mendukung perkembangan tanaman,” jelasnya.

Untuk menjaga produktivitas, DKPP Lamongan terus melakukan pendampingan, imbauan, dan sosialisasi kepada petani mengenai teknik budidaya yang menyesuaikan kondisi musim. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa sarana produksi dan sarana pertanian, seperti benih bersertifikat, pelatihan pembibitan, hand sprayer elektrik, hand tractor, hingga alat perajang beserta kelengkapannya.

Selain bantuan sarana pertanian, Pemkab Lamongan juga membangun infrastruktur jalan produksi di kawasan perkebunan. Pada tahun sebelumnya, DKPP turut membangun sumur tanah dangkal di sejumlah titik sentra tembakau, khususnya di wilayah Lamongan bagian selatan, untuk membantu mendukung ketersediaan air bagi petani.

Dengan luas tanam mencapai lebih dari 9 ribu hektare dan harga jual yang relatif menguntungkan, Pemkab Lamongan berharap momentum puncak panen tembakau tahun ini mampu meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas produksi agar tembakau Lamongan memiliki nilai jual yang semakin kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....