Festival Nasi Boran Jilid II Sumberjo Dongkrak UMKM dan Kuliner Khas Lamongan

  • 22 Agt 2026 08:37 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Festival Nasi Boran Jilid II di Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga, Jumat malam, 21 Agustus 2026. Mengusung nasi boran sebagai ikon kuliner khas Lamongan, festival ini tidak hanya menjadi ajang wisata kuliner, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi UMKM dan pedagang lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kupon makanan mulai dijual. Panitia yang semula menyediakan 2.500 kupon harus menambah 200 kupon karena tingginya permintaan, sehingga total mencapai 2.700 kupon. Ketua panitia Festival Nasi Boran Jilid II, Oon Zulianto Efendi, mengatakan antusiasme tersebut tidak hanya datang dari warga Sumberjo, tetapi juga masyarakat dari luar desa.

Ketua Panitia Festival Nasi Boran Jilid II, Oon Zulianto Efendi, mengatakan antusiasme tidak hanya datang dari warga Desa Sumberjo, tetapi juga masyarakat dari luar desa. Festival tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Sebanyak 25 stand pedagang nasi boran ikut ambil bagian dengan menawarkan beragam pilihan lauk.

Mulai dari ayam, ikan gabus atau kutuk, ikan sili, bandeng, hingga rempelo ati. Harga nasi boran dipatok mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per porsi dan pembelian dilakukan menggunakan kupon khusus. Selain nasi boran, festival turut diramaikan berbagai jajanan dan makanan pendukung dari sejumlah dusun sekitar, di antaranya Dusun Sawu dan Plandi.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus melindungi pedagang lokal, Pemerintah Desa Sumberjo bersama pihak kecamatan menetapkan daftar harga atau harga paten menu nasi boran selama festival berlangsung. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah adanya pedagang yang menjual makanan dengan harga di luar ketentuan.

Terlebih, sebagian besar pedagang yang terlibat merupakan warga asli Desa Sumberjo. Menurutnya, sistem tersebut diharapkan menciptakan festival kuliner yang nyaman, transparan, sekaligus memberikan kepastian harga bagi pengunjung. “Dengan adanya inovasi desa ini, daftar harga atau menu nanti bisa mencegah adanya pedagang nakal yang menjual harga mahal di luar ketentuan,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Sumberjo, Suharsono, mengapresiasi pelaksanaan Festival Nasi Boran Jilid II. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Pemdes Sumberjo juga menyiapkan program lanjutan untuk menjaga keberlangsungan nasi boran sebagai kuliner khas desa. Salah satunya melalui rencana sayembara budidaya ikan sili. Ikan sili menjadi salah satu bahan penting dalam sajian nasi boran. Namun, komoditas tersebut relatif mahal dan sulit ditemukan di pasaran.

Karena itu, pemerintah desa berencana mendorong masyarakat mengembangkan budidaya ikan sili secara lokal. Untuk menarik minat warga, disiapkan hadiah total Rp6 juta. Juara pertama akan mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.

“Mengingat komoditas ikan sili untuk nasi boran berharga mahal dan sulit dicari di pasaran, pemdes menyiapkan total hadiah senilai Rp6 juta untuk merangsang para pembudidaya lokal,” kata Suharsono.

Salah satu pengunjung, Resti, mengaku antusias mengikuti Festival Nasi Boran Jilid II. Ia datang bersama keluarganya untuk menikmati langsung nasi boran di daerah asal kuliner tersebut. Menurutnya, festival menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kuliner tradisional sekaligus mengenal lebih dekat nasi boran sebagai bagian dari identitas Lamongan.

Ia berharap festival dapat terus digelar setiap tahun dengan konsep yang semakin menarik dan meriah. “Harapan saya dan masyarakat tentunya ingin tetap terus berkelanjutan karena di mata masyarakat, terutama pecinta kuliner khas Lamongan, nasi boran pasti akan menikmati,” ujarnya.

Kesuksesan Festival Nasi Boran Jilid II ditandai dengan ludesnya 2.700 kupon dalam dua hari serta meningkatnya jumlah pedagang yang berpartisipasi. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap nasi boran sekaligus membuka peluang bagi Desa Sumberjo untuk mengembangkan kuliner lokal sebagai penggerak UMKM, pariwisata berbasis kuliner, dan perekonomian masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....