Upacara Mandiri Warga Nogo, Sosok Kepala Dusun di Kursi Roda Jadi Inspirasi

  • 17 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Ratusan warga Dusun Nogo, Desa Nogojatisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, diikuti warga dari sepuluh rukun tetangga yang didominasi petani dan pemuda karang taruna.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih digelar di lapangan dusun setempat. Pelaksanaan upacara ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya warga dapat menggelar upacara kemerdekaan secara mandiri di lingkungan dusun.

Sebelumnya, warga yang ingin mengikuti upacara bendera harus menuju pusat Kecamatan Sambeng. Kondisi tersebut membuat sebagian petani tidak dapat mengikuti upacara karena harus tetap bekerja di sawah.

Kepala Dusun Nogo, Suparno, mengaku bangga melihat antusiasme warga yang mengikuti upacara. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat nasionalisme dan kebersamaan masyarakat. “Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti upacara. Ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme warga masih sangat tinggi,” ujarnya.

Bagi Suparno, upacara kali ini juga memiliki makna khusus. Selain menjadi upacara kemerdekaan pertama yang digelar mandiri di dusunnya, kegiatan tersebut menjadi upacara terakhir yang dipimpinnya sebagai kepala dusun sebelum memasuki masa purna tugas.

Dengan keterbatasan fisik akibat stroke ringan yang membuatnya harus menggunakan kursi roda, Suparno tetap hadir dan menjalankan tugas sebagai pembina upacara. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berdiri bersama warga memperingati kemerdekaan.

“Ini menjadi momen yang sangat emosional bagi saya. Ini upacara pertama sekaligus terakhir saya sebagai kepala dusun. Walaupun saya menggunakan kursi roda, saya tetap ingin bersama warga memperingati kemerdekaan,” katanya.

Suparno berharap upacara bendera mandiri tersebut dapat menjadi tradisi yang terus dilaksanakan setiap tahun. Ia juga berharap generasi muda dan kelompok tani ikut menjaga kegiatan tersebut sebagai bagian dari semangat kebersamaan warga.

“Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan. Jangan sampai hanya tahun ini, tetapi menjadi tradisi yang diteruskan anak-anak muda dan kelompok tani,” tuturnya.

Bagi warga Dusun Nogo, upacara tersebut tidak sekadar menjadi seremoni peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap perjuangan kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....