Sumur Mengering, Warga Margoanyar Lega Dapat Air Bersih

  • 15 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Dua bulan tanpa hujan membuat sumur-sumur warga Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, mulai mengering. Untuk sekadar memasak, warga harus membeli air dengan uang dari kantong sendiri.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih dari LSM Cakrawala Keadilan bersama Polsek Glagah dan Pemerintah Desa Margoanyar menjadi kabar yang dinanti warga. Penyaluran air ini sekaligus menjadi bagian dari aksi sosial memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Sriya, salah seorang warga Margoanyar, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air menjadi sesuatu yang harus diperhitungkan ketika persediaan sumur sudah tidak lagi mencukupi.

"Sudah sekitar dua bulan sumur-sumur pada kering karena lama tidak hujan. Untuk kebutuhan harian kami harus beli, satu gradak harganya Rp35 ribu dapat enam jeriken. Itu hanya cukup untuk lima hari buat memasak," ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga warga bertambah. Air yang dibeli pun harus digunakan sehemat mungkin, terutama untuk kebutuhan memasak.

Karena itu, ketika bantuan air bersih datang, Sriya mengaku bersyukur. Bantuan gratis tersebut sedikit banyak meringankan beban keluarganya di tengah kemarau.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan seterusnya dapat bantuan lagi. Kalau bisa ditambah lagi bantuan beras sama minyaknya," tuturnya.

Aksi sosial tersebut dilakukan LSM Cakrawala Keadilan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Bendahara LSM Cakrawala Keadilan, Mufti Darmawan, mengatakan kegiatan itu sekaligus menandai satu dekade kiprah lembaganya dalam pelayanan sosial di Lamongan.

"Tujuannya yang pertama dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia ke-81 dan sekaligus HUT kami dalam satu dekade untuk melayani masyarakat," katanya.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya. Pada Juli 2026, pihaknya menyalurkan lima tangki air bersih ke Desa Sarirejo, Kecamatan Sarirejo.

Kali ini, bantuan menyasar Desa Margoanyar dengan menggandeng Polsek Glagah dan Pemerintah Desa setempat. Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat langsung diterima warga yang membutuhkan.

Mufti mengatakan gerakan sosial tersebut berangkat dari semangat sederhana, yakni berbagi kepada sesama melalui kebutuhan yang paling mendasar. "Semangatnya yang pertama untuk berbagi kebaikan, karena sebaik-baik sedekah bagi kami adalah sedekah air," ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme warga menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih sangat besar selama musim kemarau. Air tidak hanya digunakan untuk memasak dan mandi, tetapi juga untuk menunjang aktivitas ibadah warga.

Bagi warga Margoanyar, bantuan itu mungkin hanya berupa air yang mengalir ke dalam jeriken. Namun di tengah sumur yang mengering dan pengeluaran yang semakin bertambah, air bersih menjadi bantuan sederhana yang terasa begitu berarti.

LSM Cakrawala Keadilan berharap gerakan tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan di Kabupaten Lamongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....