Mahasiswa Unisda Hasilkan Puluhan Inovasi, Desa Jadi Laboratorium Karya

  • 13 Agt 2026 19:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, gelar ruang ajang pamer inovasi. Beragam produk karya mahasiswa KKN dipajang, mulai dari olahan sampah, teknologi pertanian, hingga makanan kreatif berbasis potensi lokal.

Suasana tersebut menjadi bagian dari Gelar Karya Produk Inovasi sekaligus Penutupan KKN Unisda 2026 yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Puluhan produk yang ditampilkan merupakan hasil proses belajar mahasiswa selama menjalankan pengabdian sekitar satu bulan di berbagai wilayah.

Mengusung tema “Mahasiswa Berkarya, Desa Berdaya”, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa desa tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menemukan persoalan sekaligus mengembangkan solusi.

Ketua KKN Unisda Lamongan, Ahmad Sholikin, mengatakan mahasiswa dituntut tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “KKN bukan hanya tentang hadir di desa dan menjalankan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan menjadi gambaran kreativitas mahasiswa dalam melihat potensi lokal. Bahan yang sebelumnya dianggap sederhana bahkan menjadi limbah, dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.

Hal tersebut terlihat pada kategori Eco Innovation – Produk Olahan Sampah. Mahasiswa menghadirkan briket bonggol jagung, kerajinan limbah pertanian, gantungan kunci dari sampah plastik, ecopaving, ecoenzim, alat pengepres botol plastik hingga kursi berbahan ecobrick.

Di kategori Smart Agriculture – Alat dan Teknologi Pertanian, kreativitas mahasiswa diarahkan untuk membantu aktivitas masyarakat. Sejumlah karya yang dipamerkan di antaranya alat penabur pupuk, alat penangkap hama padi, sistem pakan ikan otomatis, instalasi hidroponik, silase jagung serta pakan ternak berbahan sekam padi.

Sementara pada kategori Creative Food Innovation, potensi pangan lokal dikembangkan menjadi produk yang lebih kreatif dan memiliki nilai tambah. Beberapa di antaranya wedang rempah, teh herbal daun sukun, gummy sawo atau SAMINA'O, serta berbagai olahan pangan khas lainnya.

Rektor Unisda Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, mengapresiasi karya mahasiswa tersebut. Ia menilai, pengalaman selama KKN memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan nyata di masyarakat.

“KKN menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan realitas lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Bagi mahasiswa, proses tersebut bukan sekadar menghasilkan produk untuk dipamerkan. Mereka belajar mengamati kebutuhan warga, menggali potensi desa, berdiskusi dengan masyarakat, kemudian menerjemahkan gagasan menjadi karya yang diharapkan dapat digunakan dan dikembangkan.

Gelar karya sekaligus penutupan KKN 2026 itu pun menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa. Namun, berakhirnya program tidak berarti berhentinya inovasi yang telah lahir di desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....