Dies Natalis ke-26 Unisla, menuju Kampus Lahirkan Profesor
- 10 Agt 2026 18:11 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Universitas Islam Lamongan (UNISLA) memperingati Hari Ulang Tahun (Dies Natalis) ke-26. Peringatan momentum perak plus satu tahun ini menjadi pijakan penting bagi kampus untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi Islam di Jawa Timur melalui penguatan literasi sains, teknologi, dan nilai moral.
Rektor UNISLA Abdul Ghofur menegaskan bahwa di usia yang ke-26 tahun, UNISLA bertransformasi menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi yang diperhitungkan di Jawa Timur. Mengusung tema "Berilmu, Berakhlak, Berdampak", pihak rektorat menekankan bahwa ketiga poin tersebut bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral dan arah strategis lembaga.
"Dunia hari ini berubah sangat cepat dengan adanya digitalisasi, kecerdasan buatan, dan disrupsi global. UNISLA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperbarui kurikulum yang adaptif, serta memfasilitasi mahasiswa dengan literasi teknologi dan sains yang kuat," ujarnya, Senin 10 Agustus 2026.
Selain keunggulan akademik (center of excellence), pihaknya menegaskan pentingnya fondasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Ilmu pengetahuan tanpa kompas moral dinilai hanya akan membawa pada kehancuran. Oleh karena itu, integritas, kejujuran, kesederhanaan hati, dan empati sosial menjadi pilar karakter yang wajib dimiliki lulusan UNISLA.
Rektor juga menekankan pentingnya hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak boleh menjadi "menara gading" yang terasing dari realitas sosial masyarakat.
"Kampus harus memberikan solusi nyata bagi persoalan di Lamongan, tingkat nasional, hingga global. Mahasiswa dan lulusan kita harus menjadi agen perubahan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Rektor Abdul Ghofur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran pembina, pengurus YPPTI, dosen, hingga tenaga kependidikan. Pihaknya mengimbau seluruh elemen kampus untuk melepas ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas lini demi membawa UNISLA bersaing di kancah internasional.
Ketua Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri Bambang Eko Muljono menyampaikan dalam menghadapi tantangan ke depan, Bambang menegaskan beberapa target strategis yang harus segera dicapai Unisla, di antaranya percepatan lahirnya guru besar (profesor) asli dari internal kampus serta hilirisasi hasil penelitian.
"Namun dari segi kelembagaan dan institusi, sebagian besar prodi sudah unggul dan berakreditasi sangat baik. Memang tidak mudah karena harus menyiapkan SDM kualifikasi doktor (S3) serta mendorong penelitian dosen," tuturnya.
Ia menambahkan terdapat beberapa target yang belum tercapai dan seharusnya mampu diraih di umur ke-26, seperti menghasilkan profesor. "Target yang harus segera dicapai adalah menelurkan profesor asli dari Unisla, serta mendorong penelitian dosen menuju hilirisasi produk melalui kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri," kata Bambang mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....