Penyebab Kasus HIV di Tuban Didominasi Pelanggan Pekerja Seks dan LGBT

  • 08 Agt 2026 18:12 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Tuban terus mengalami perubahan tren setiap tahunnya. Jika pada tahun 2025 mayoritas disebabkan oleh faktor Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), tahun ini mayoritas penularan bersumber dari hubungan seksual dengan pelanggan pekerja seks.

‎‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, Ratna Sari, mengungkapkan bahwa dinamika penularan HIV dari tahun ke tahun memang selalu menunjukkan pergeseran tren.

‎‎"Setiap tahun tren penyebabnya memang berbeda-beda. Jika pada tahun 2025 lalu kasus mayoritas dikarenakan perilaku LGBT, namun tahun ini penularan paling banyak ditularkan melalui pelanggan pekerja seks," ujarnya, Sabtu 8 Agustus 2026.

‎ ‎Dinkes Tuban terus memperketat langkah-langkah mitigasi guna menekan penyebaran virus HIV di kalangan masyarakat. Pemerintah daerah juga secara aktif menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) pendamping, yakni Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Warna Ronggolawe.

‎‎"Kami bersama LSM KDS Warna Ronggolawe berjalan beriringan untuk mendampingi para ADHIV. Agar mereka bisa terus melakukan pengobatan tanpa merasa takut dan cemas," ucap Ratna.

‎Organisasi ini beranggotakan para penyintas HIV yang secara konsisten dilibatkan oleh Dinkes Tuban untuk memberikan pendampingan psikologis maupun medis kepada para penderita baru. Kehadiran para penyintas dinilai sangat efektif karena mampu membangun pendekatan yang lebih empatik dan membangun kepercayaan pasien untuk tetap patuh menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV).

‎‎"Karena stigma buruk masyarakat kepada para penderita ini juga masih ada. Padahal apabila penderita rutin minum obat, mereka juga sama seperti kita semua, jadi tidak perlu dikucilkan," jelasnya.

‎‎Dinkes Tuban berharap, sinergi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan kesadaran masyarakat akan deteksi dini dapat memutus mata rantai penularan HIV. Sebab, semakin dini gejala HIV diketahui, maka akan semakin baik untuk segera dilakukan penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....