Tim PKM Unirow Tuban Inisiasi Progam POCOYO untuk Lestarikan Budaya Tradisional

  • 03 Agt 2026 13:00 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban memperkenalkan inovasi bertajuk POCOYO (Pojok Community Dolanan dan Budaya Tradisional). Program tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas memudarnya pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.

‎‎Berdasarkan observasi tim, Karang Taruna Bina Karya di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, sempat mengalami kevakuman sehingga belum mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai motor penggerak sosial. Di sisi lain, masifnya perkembangan teknologi digital membuat anak-anak masa kini lebih akrab dengan gawai (gadget), sementara dolanan tradisional mulai ditinggalkan.

‎‎Kondisi ini tidak hanya mengikis ruang interaksi sosial, tetapi juga memudarkan nilai-nilai gotong royong, sportivitas, serta kerja sama antar-generasi. Melihat potensi budaya Kampung Sidorejo yang kaya akan permainan tradisional, cerita rakyat, dan kesenian lokal, Tim PKM Unirow Tuban hadir untuk memberikan solusi transformatif.

‎‎Ketua PKM, Seviyenti Fikroh, mengatakan jika progam ini akan dilaksanakan selama enam bulan sejak Mei hingga Oktober 2026. Selain itu, POCOYO dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan anak-anak, pemuda, orang tua, hingga pemerintah dalam satu visi pelestarian budaya.

‎‎"Melalui POCOYO, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menghidupkan kembali peran Karang Taruna sebagai penggerak pelestarian budaya. Kami berharap permainan tradisional tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus dimainkan dan menjadi identitas Desa Sidorejo sebagai destinasi wisata edukasi," ujar Seviyenti, Senin, 3 Agustus 2026.

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2026. Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan secara sistematis melalui beberapa tahapan.

  • ‎‎Sosialisasi dan Pelatihan: Penguatan kapasitas Karang Taruna dalam manajemen organisasi, komunikasi publik, dan pengelolaan wisata edukasi agar program dapat berjalan mandiri secara berkelanjutan.
  • ‎‎Festival POCOYO dan Talkshow: Menghadirkan peluncuran resmi POCOYO, diskusi budaya, serta festival permainan tradisional seperti bekel, bakiak, dan gangsing yang bisa dimainkan langsung oleh anak-anak bersama keluarga.
  • ‎‎Kampanye Digital: Memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi, dokumentasi kegiatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga warisan budaya.

‎Kehadiran progam POCOYO ini diharapkan mampu memberikan dampak positif secara sosial, edukatif, budaya, hingga ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Sidorejo. Selain itu, juga menjadi role model pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di daerah lain.

‎‎"Terima kasih kami sampaikan kepada DPPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaannya. Selain itu juga kami sampaikan kepada Pemerintah Kelurahan Sidorejo dan seluruh warga serta Karang Taruna Bina Karya atas sinergi dan partisipasi aktif selama program berlangsung," ujarnya.

‎Diketahui, progam ini diketuai oleh Seviyenti Fikroh dengan anggota Kholid, dan Risma Nugrahani. Serta melibatkan dua mahasiswa Ilmu Komunikasi, Elvaretta Trisanti dan Safira Velani Ariansyah, bersama Karang Taruna Bina Karya sebagai mitra utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....