Ratusan Siswa di Tuban Ikuti MPLS Sekolah Rakyat

  • 30 Jul 2026 21:29 WIB
  •  Tuban

‎‎RRI.CO.ID, Tuban - Sebanyak 256 pelajar dari Kabupaten Tuban resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban. Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan bahwa program pendidikan berasrama inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini menjadi jembatan penting bagi anak-anak untuk mengoptimalkan potensi diri demi menyongsong Generasi Emas 2045.

‎‎Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lindra saat membuka acara Open House sekaligus MPLS di kompleks sekolah yang berlokasi di Jalan Mondokan, Tuban, Kamis 30 Juli 2026. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang bahu-membahu untuk meyakinkan orang tua agar mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di sistem asrama.

‎"Saya bersyukur, karena merubah budaya atau mindset masyarakat itu bukan hal yang mudah. Sehingga seluruh pihak itu bergandengan tangan yang sangat luar biasa, bekerja pagi dan malam untuk meyakinkan orang tua siswa agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang sangat luar biasa," ujar Bupati Lindra.

‎‎Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban resmi menempati gedung permanen barunya. Lembaga pendidikan ini menampung siswa lintas jenjang mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA asal Tuban.

‎‎Menariknya, sebanyak 60 pelajar tingkat SMA dari Kabupaten Bojonegoro turut bergabung untuk menempuh pendidikan bersama selama satu tahun ke depan, sehingga total keseluruhan peserta didik mencapai 256 orang. Bupati juga memaparkan bahwa seluruh biaya hidup dan fasilitas penunjang para siswa selama di asrama ditanggung penuh oleh negara.

‎"Kita tahu bersama ini semuanya ditanggung oleh negara. Mulai dari apa yang mereka kenakan, sampai bahkan mereka mendapatkan konsumsi sehari tiga kali, dan ada tambahan snack dan seterusnya. Artinya, Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan pendidikan, tetapi juga memperbaiki gizi," jelasnya.

‎Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar, Sekolah Rakyat dirancang menjadi wadah interaksi sosial yang menyatukan para siswa dari berbagai latar belakang budaya dan daerah tanpa sekat pembeda. Suasana ini diharapkan mampu membentuk karakter kebangsaan yang kuat bagi para pelajar.

‎‎"Yang paling penting, di sini juga bisa mencerminkan 'Nusantara'-nya. Bagaimana semua membaur tanpa melihat latar belakang sesuatu. Sehingga pilot project Sekolah Rakyat Terintegrasi dari inisiasi Bapak Presiden ini adalah solusi yang terbaik untuk meningkatkan potensi-potensi dalam menyongsong Generasi Emas 2045," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....