Kampus Indonesia-Malaysia Uji Biopori Atasi Banjir Lamongan

  • 29 Jul 2026 19:31 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mendorong lahirnya kolaborasi lintas negara untuk mencari solusi. Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menggandeng Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan program pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mitigasi banjir yang sekaligus akan dijadikan bahan penelitian.

Program tersebut diterapkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak dengan menyasar 17 desa di Kecamatan Turi, salah satunya Desa Keben. Mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengumpulkan data lapangan untuk mengukur efektivitas biopori dalam meningkatkan daya serap air di kawasan yang selama ini rentan tergenang.

Rektor UNISLA Abdul Ghofur mengatakan kerja sama itu merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama mitra perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Daerah ini hampir setiap tahun mengalami banjir. Karena itu kami ingin KKN tidak sekadar menjadi kegiatan mahasiswa, tetapi juga menghasilkan riset yang dapat menjadi dasar pengembangan solusi lingkungan ke depan," katanya, Rabu 29 Juli 2026.

Ia menjelaskan, keberhasilan program bergantung pada keterlibatan warga. Setiap keluarga diharapkan memiliki sedikitnya satu hingga tiga lubang biopori di pekarangan rumah agar kemampuan tanah menyerap air meningkat dan risiko genangan dapat ditekan.

Selain berfungsi sebagai resapan air, lubang biopori juga dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos, sehingga memberikan manfaat ganda bagi lingkungan.

Kolaborasi tersebut mendapat perhatian dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Dekan Pusat Pengajian Siswazah UTHM, Prof. Zaki Bin Noh, mengaku terkesan dengan konsep KKN di Indonesia yang mampu menghubungkan perguruan tinggi dengan masyarakat melalui program yang menyelesaikan persoalan nyata.

Menurutnya, pendekatan tersebut belum banyak diterapkan di Malaysia dan berpotensi diadopsi karena memiliki kesamaan kondisi geografis dan tantangan lingkungan.

"Persekitarannya hampir sama, geografinya juga hampir sama. Saya melihat pendekatan yang dilakukan UNISLA kepada masyarakat sangat relevan dan berpotensi diterapkan di UTHM," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Litbang UNISLA, Nur Azizah Afandi, mengatakan Kecamatan Turi dipilih sebagai lokasi percontohan karena menjadi salah satu kawasan yang kerap mengalami genangan saat musim hujan. Program ini juga menyasar ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan biopori dan pengolahan sampah organik.

Melalui kolaborasi internasional ini, UNISLA berharap KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi persoalan banjir. Jika terbukti efektif, model pemberdayaan masyarakat melalui biopori berpotensi menjadi salah satu alternatif mitigasi banjir yang murah, mudah diterapkan, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....