Bupati Lamongan Turunkan 5 Truk Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- 28 Jul 2026 16:33 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BPBD Lamongan bergerak cepat penuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau dengan menyurkan sebanyak lima tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter atau total 25.000 liter diterjunkan ke Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa 28 Juli 2026.
Bupati Yuhronur Efendi menuturkan, Desa Kedungkumpul menjadi wilayah pertama yang menerima dropping air bersih tahun ini. Menurutnya, pemerintah telah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau, terutama di Kecamatan Sarirejo dan sebagian wilayah Kecamatan Kembangbahu.
"Kita sudah memetakan daerah-daerah yang biasanya mengalami kekeringan, termasuk Kecamatan Sarirejo dan sebagian Kecamatan Kembangbahu. Hari ini merupakan hari pertama BPBD mengirimkan bantuan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kita siapkan armada tangki air dan akan terus bersiaga hingga Oktober," ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan air bersih, Bupati menilai masyarakat Desa Kedungkumpul tetap memiliki semangat karena sektor pertanian masih menunjukkan hasil yang baik. Saat ini warga tengah memasuki masa panen raya kacang hijau dengan harga jual mencapai Rp. 25 ribu per kilogram.
"Di satu sisi ada kekeringan, tetapi di sisi lain masyarakat sedang panen raya kacang hijau. Sepanjang jalan terlihat warga menjemur hasil panennya. Setelah dua kali panen padi, sekarang mereka panen kacang hijau. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani," katanya.
Terkait solusi jangka panjang, Bupati Yuhronur menjelaskan pemerintah terus mengupayakan perluasan jaringan air bersih dari sistem penyediaan air Mojolagres. Namun, investasi jaringan pipa menuju Kecamatan Sarirejo masih memerlukan kajian lebih lanjut.
"Sementara ini kita terus memenuhi kebutuhan masyarakat melalui dropping air bersih. Untuk jaringan perpipaan menuju Sarirejo masih kita hitung nilai investasinya," ujarnya.
Sementara itu, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa. Setelah menerima surat permintaan, BPBD akan menyesuaikan jumlah dan frekuensi pengiriman air sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang melalui normalisasi waduk di Dusun Walongkopo, Desa Kedungkumpul. Ia menyebut pengerukan waduk seluas sekitar satu hektare akan segera dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Program tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun tertunda karena volume air waduk masih tinggi akibat curah hujan.
"Besok akan segera kita survei. Waduk ini menjadi satu-satunya sumber air yang diharapkan masyarakat saat musim kemarau. Setelah dikeruk, kita juga akan membantu memperbaiki weslik agar sumber air dapat dimanfaatkan secara optimal. Mudah-mudahan pekerjaan bisa berjalan lancar dan nantinya benar-benar bermanfaat bagi warga," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....