Modernisasi Tambak Kerapu Brondong, Dongkrak Produktivitas dan Kesejahteraan
- 22 Jul 2026 16:24 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mempercepat modernisasi sektor perikanan budidaya melalui penerapan teknologi digital di Kampung Kerapu, Kecamatan Brondong. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha budidaya, sekaligus mendorong kesejahteraan para pembudidaya ikan.
Penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet tersebut telah berjalan selama dua bulan terakhir. Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkolaborasi dengan PT Venambak Kail Dipantara dalam mendukung digitalisasi sektor perikanan budidaya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung pemanfaatan teknologi tersebut di Kampung Kerapu Brondong, Rabu 22 Juli 2026. Menurutnya, modernisasi menjadi strategi penting agar sektor perikanan Lamongan mampu terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.
"Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat," ujarnya.
Melalui teknologi IoT, petani tambak dapat memantau berbagai parameter kualitas air seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) secara real time. Seluruh data dapat diakses melalui aplikasi pada telepon genggam, sehingga memudahkan petani mengambil langkah cepat ketika terjadi perubahan kondisi air tambak.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, menjelaskan bantuan yang diberikan meliputi 150 unit Venjet lengkap dengan pelampung, box VE, modem internet, serta router. Teknologi tersebut berfungsi menyuplai oksigen secara merata hingga ke dasar tambak, menjaga kualitas air, merekam kondisi tambak, membantu menjaga pH, sekaligus meningkatkan sanitasi perairan.
Menurut Yuli, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya di Kampung Kerapu yang memiliki luas sekitar 350 hektare dan dikelola oleh enam kelompok pembudidaya. Dengan sistem budidaya yang lebih modern, hasil panen diharapkan meningkat seiring membaiknya kualitas lingkungan tambak. Salah seorang petani tambak, Lasturi, mengaku teknologi tersebut sangat membantu aktivitas budidaya sehari-hari.
Selain meningkatkan kadar oksigen di dalam tambak, alat itu juga mempermudah pemantauan kualitas air secara langsung sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi perubahan kondisi. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Kampung Kerapu berhasil memproduksi 1.836 ton ikan kerapu sepanjang 2025.
Hasil budidaya tersebut telah dipasarkan hingga ke mancanegara melalui perusahaan mitra dengan harga jual berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Pemerintah daerah berharap pemanfaatan teknologi digital dapat semakin memperkuat posisi Kampung Kerapu Brondong sebagai sentra budidaya kerapu berorientasi ekspor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....